Telegram Tutup Pasar Gelap Kripto: Senilai USD 27 Miliar Diblokir

by -158 Views

Telegram kembali menjadi pusat perhatian setelah menutup dua jaringan yang disebut sebagai pasar gelap kripto terbesar di platformnya. Langkah ini menyasar Haowang Guarantee, yang sebelumnya dikenal sebagai Huione Guarantee, serta Xinbi Guarantee, dua kanal yang diduga menjadi simpul utama transaksi ilegal bernilai besar. Berdasarkan laporan perusahaan analisis blockchain Elliptic, aktivitas di Haowang saja disebut telah melibatkan lebih dari USD 27 miliar dalam bentuk stablecoin sejak 2021.

Jejak transaksi ilegal makin sulit diabaikan

Penutupan dua jaringan tersebut tidak muncul tiba-tiba. Telegram bergerak setelah Elliptic memaparkan temuan yang menunjukkan adanya aktivitas kejahatan kripto di ribuan saluran, banyak di antaranya dikaitkan dengan jaringan berbahasa China. Dari analisis itu, Telegram kemudian mengambil tindakan terhadap Haowang Guarantee dan Xinbi Guarantee, yang disebut punya peran besar dalam memfasilitasi aliran dana ilegal.

Haowang, yang sebelumnya beroperasi dengan nama Huione Guarantee, disebut sebagai pasar gelap online terbesar yang pernah ditemukan jika dilihat dari nilai transaksi. Sementara itu, Xinbi Guarantee yang aktif sejak 2022 mencatat volume sekitar USD 8,4 miliar. Jika digabung, keduanya membukukan transaksi stablecoin senilai sekitar USD 35 miliar.

Skala yang melampaui pasar gelap kripto legendaris

Angka tersebut menempatkan Haowang dan Xinbi jauh di atas sejumlah pasar gelap kripto yang lebih dulu dikenal luas, termasuk Silk Road dan Alphabay. Sebagai perbandingan, Silk Road hanya mencatat sekitar USD 216 juta, sedangkan Alphabay sekitar USD 639 juta selama masa operasinya. Selisih ini memperlihatkan betapa besar skala ekonomi ilegal yang bisa tumbuh di balik sistem pembayaran berbasis kripto.

Elliptic menilai stablecoin menjadi salah satu alasan utama jaringan semacam ini sulit dilacak. Aset digital itu membuat nilai transaksi tampak lebih stabil dan lebih mudah dipindahkan, sehingga kerap dimanfaatkan untuk menghindari deteksi.

Telegram berada di bawah tekanan pengawasan

Penutupan dua pasar gelap ini ikut menambah tekanan bagi Telegram untuk memperketat pengawasan terhadap kanal-kanal yang digunakan dalam aktivitas kriminal. Dengan ribuan saluran yang dicurigai terlibat, platform pesan instan tersebut kini kembali disorot karena dinilai kerap dimanfaatkan sebagai infrastruktur transaksi gelap.

Temuan Elliptic menunjukkan bahwa persoalan kejahatan kripto di Telegram bukan sekadar kasus terpisah, melainkan jaringan besar yang beroperasi lintas saluran dan memanfaatkan celah anonimitas. Dari laporan itulah Telegram akhirnya menindak dua pasar yang disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah aset digital.