Program Kampung Main: Libur Sekolah Dibuat Lebih Seru, Anak Dikenalkan ke Desa Wisata
Libur sekolah biasanya identik dengan jalan-jalan keluarga dan ruang bermain untuk anak. Tahun ini, Kementerian Pariwisata RI bersama para mitra Co-Branding Wonderful Indonesia mencoba memberi warna berbeda lewat program aktivasi bertajuk Kampung Main. Bukan sekadar mengisi waktu luang, program ini dirancang sebagai pintu masuk agar anak-anak lebih akrab dengan desa wisata sekaligus memahami pentingnya wisata yang berkelanjutan.
Desa Wisata Bukan Hanya Tempat Berlibur
Melalui Kampung Main, desa wisata diposisikan bukan cuma sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak-anak dan keluarga. Di dalamnya, Kementerian Pariwisata menekankan pesan tentang pengelolaan sampah, waste upcycling, dan waste management, agar isu lingkungan bisa dikenalkan sejak dini tanpa terasa menggurui.
Program ini juga menjadi upaya untuk memperlihatkan bahwa berwisata tidak harus lepas dari tanggung jawab menjaga lingkungan. Justru, pengalaman liburan bisa menjadi sarana membangun kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap alam, budaya, dan keberlanjutan destinasi.
TMII Jadi Lokasi Pembuka
Firnandi Gufron, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata, mengatakan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dipilih sebagai lokasi pembuka karena selama ini menjadi salah satu tujuan favorit keluarga dan pelajar saat libur sekolah. Dari tempat yang akrab bagi banyak pengunjung itu, pesan tentang wisata berkelanjutan diharapkan lebih mudah diterima.
Gelaran perdana Kampung Main dijadwalkan berlangsung di TMII, Jakarta, pada 26-29 Juni 2025. Setelah dari ibu kota, program ini akan dilanjutkan ke Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali. Lima kota itu dipilih untuk memperluas jangkauan sekaligus membawa pesan yang sama ke lebih banyak keluarga di berbagai daerah.
Mendorong Generasi Muda Mengenal Regenerative Tourism
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah ingin mengenalkan regenerative tourism kepada generasi muda. Konsep ini menempatkan wisata bukan hanya sebagai aktivitas menikmati perjalanan, tetapi juga sebagai cara untuk ikut memulihkan alam, budaya, dan lingkungan di destinasi yang dikunjungi.
Kementerian Pariwisata berharap anak-anak tidak berhenti sebagai penikmat perjalanan, melainkan tumbuh sebagai wisatawan yang peka terhadap dampak kunjungan mereka. Pendekatan melalui daur ulang kreatif dan pengelolaan sampah dipilih agar pesan lingkungan terasa dekat, sederhana, dan mudah dipahami oleh anak-anak di tengah suasana liburan.
Dalam keterangan Kementerian Pariwisata RI, Kampung Main diposisikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesadaran masyarakat tentang wisata yang lebih bertanggung jawab. Di tengah libur sekolah yang biasanya penuh agenda hiburan, program ini menawarkan pengalaman yang tidak hanya mengajak bermain, tetapi juga meninggalkan cara pandang baru tentang bagaimana seharusnya orang berwisata.





