COIN, sebagaimana dijelaskan Direktur Keuangan Abraham Nawawi, telah berhasil mencapai total dana IPO sebesar Rp220 miliar dengan harga penawaran Rp100 per saham. Dana tersebut akan digunakan oleh Perseroan untuk mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan anak, CFX dan ICC. Keduanya akan menerima alokasi dana sebesar 85% dan 15% secara berturut-turut.
COIN memiliki kinerja keuangan yang solid, dengan mencatat kenaikan pendapatan yang signifikan hingga akhir Desember 2024, yang menghasilkan net profit margin sebesar 42,32% dari total pendapatan. Perusahaan optimis dapat meningkatkan pendapatan pada akhir tahun 2025 melalui pengembangan produk, seperti produk derivatif kripto. CFX telah aktif mendorong pertumbuhan produk derivatif sebagai lindung nilai, untuk mengantisipasi fluktuasi harga aset kripto.
Kehadiran COIN di bursa saham dianggap sebagai momentum bagi Indonesia untuk menjadi pusat perdagangan aset kripto di Asia Tenggara, bukan hanya sekadar pasar. Dengan dukungan regulator, instansi terkait, dan infrastruktur bursa yang terpercaya, Indonesia diharapkan dapat memfasilitasi transaksi lintas negara yang lebih jelas dan aman dalam perdagangan aset kripto.
Penting untuk diingat, keputusan investasi selalu berada di tangan pembaca. Sebelum melakukan transaksi jual-beli kripto, pelajari dan analisis dengan baik. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.





