Pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Belgia Philippe di Istana Laeken

by -328 Views

Brussels — Di ujung rangkaian lawatan kenegaraan di Belgia, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memilih menutup agenda diplomasi di Istana Laeken dengan bertemu Raja Belgia Philippe Leopold Louis Marie, Minggu, 13 Juli. Pertemuan ini menjadi penanda berakhirnya aktivitas Prabowo di Brussels sebelum ia bertolak ke Paris, Prancis, untuk menghadiri Bastille Day pada Senin, 14 Juli, sebagai tamu kehormatan.

Disambut langsung di Istana Laeken

Kedatangan Prabowo ke Istana Laeken disambut langsung oleh Raja Philippe. Keduanya sempat berpose bersama di area utama istana yang dikenal sebagai salah satu bangunan bersejarah penting di Belgia, sebelum melanjutkan pertemuan empat mata. Suasana yang terbangun disebut berlangsung hangat dan mencerminkan hubungan yang cair di tengah agenda formal kenegaraan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya serta Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia, Andri Hadi. Kehadiran dua pejabat itu menunjukkan bahwa agenda ini berada dalam koridor diplomasi yang lebih luas, bukan sekadar kunjungan seremonial belaka.

Agenda penutup sebelum ke Paris

Menurut informasi dari Istana, pertemuan dengan Raja Philippe merupakan agenda terakhir Prabowo selama berada di Belgia. Sebelumnya, Presiden RI juga telah bertemu Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Dewan Eropa Antonio Costa di Brussel. Deretan pertemuan itu memperlihatkan padatnya komunikasi politik dan diplomatik Indonesia di jantung Uni Eropa.

Brussels menjadi titik penting bagi Indonesia untuk menguatkan hubungan dengan mitra strategis Eropa. Dalam konteks itu, lawatan Prabowo menempatkan Belgia bukan hanya sebagai lokasi singgah, melainkan bagian dari upaya memperluas jangkauan diplomasi ekonomi dan politik Indonesia di kawasan tersebut.

CEPA dan kepentingan ekonomi Indonesia

Di antara isu yang mengemuka dalam rangkaian pertemuan itu, penyelesaian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) menjadi sorotan utama. Kesepakatan ini dipandang berpotensi membuka ruang kerja sama ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia dan Uni Eropa, sekaligus memberi keuntungan bagi kedua pihak.

Dengan pertemuan di Istana Laeken, Prabowo menutup kunjungan di Belgia dalam suasana yang menegaskan arah diplomasi Indonesia: membangun relasi politik yang solid sambil mendorong kepentingan ekonomi di tingkat internasional. Dari Brussels, agenda berikutnya bergeser ke Paris, tempat Prabowo dijadwalkan menghadiri perayaan nasional Prancis sebagai tamu kehormatan.

Sumber: keterangan resmi dari Istana.