Perkembangan terbaru diperkirakan akan menciptakan iklim yang mendukung pertumbuhan ekosistem kripto, termasuk Bitcoin. Kendrick menjelaskan bahwa arus dana ETF, adopsi perusahaan, dan kepastian kebijakan telah mengubah dinamika pasar secara signifikan. Proyeksi mencatat bahwa Bitcoin (BTC) berpotensi mencapai rekor tertinggi baru di paruh kedua tahun ini, didukung oleh arus ETF yang meningkat dan minat perbendaharaan perusahaan, ditambah dengan perkembangan kebijakan dan regulasi AS.
Analisis dari Standard Chartered juga menyoroti perubahan pola siklus harga Bitcoin pasca-halving. Biasanya, harga BTC cenderung melemah sekitar 18 bulan setelah halving, namun tren tersebut mulai bergeser. Lonjakan minat institusional dan panduan regulasi yang semakin jelas diyakini menjadi faktor utama perubahan tersebut.
Meskipun beberapa analis memperingatkan tentang potensi overheating setelah performa kuat Bitcoin di awal tahun, banyak pelaku pasar melihat lonjakan saat ini sebagai lebih sehat. Berbeda dengan lonjakan sebelumnya yang didorong oleh spekulasi investor ritel, kali ini, dukungan berasal dari institusi besar dan kebijakan yang pro-terhadap aset digital.
Kendrick bahkan mengakui bahwa prediksinya sebelumnya tentang BTC hanya akan mencapai USD 120.000 kemungkinan “terlalu rendah” dibandingkan dengan dinamika pasar saat ini. Pengakuan ini datang setelah penilaian atas kinerja pasar yang sedang berlangsung. Namun, penekanan tetap bahwa setiap keputusan investasi tergantung pada pembaca, dan penting untuk melakukan analisis yang mendalam sebelum mengambil langkah dalam investasi kripto. Liputan6.com juga menegaskan bahwa tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.





