Pada tanggal 20 Juli 2025, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan pendirian Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, yang dijadwalkan akan dilakukan pada hari Senin, 21 Juli 2025. Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari Asta Cita ke-6 yang dicanangkan oleh Presiden untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memulai langkah pengentasan kemiskinan dari tingkat desa/kelurahan.
Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari trisula pengentasan kemiskinan yang dicanangkan di era pemerintahan Prabowo. Trisula ini terdiri dari program kesehatan, pendidikan, dan sosial-ekonomi, yang masing-masing diwujudkan melalui Program Cek Kesehatan Gratis Sekolah, Sekolah Rakyat, dan Kopdes Merah Putih. Program-program ini merupakan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan yang nyata.
Instruksi Presiden No 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi dasar peluncuran Kopdes Merah Putih. Program ini bertujuan untuk membangun ekonomi dari desa, menciptakan pemerataan, dan menyediakan solusi untuk memerdekakan masyarakat dari kemiskinan. Dengan melibatkan 13 kementerian dan 2 badan serta kolaborasi dengan Gubernur, Walikota/Bupati, dan Kepala Desa, diharapkan program ini dapat sukses dalam mencapai tujuannya.
Melalui pendekatan inklusif, modern, dan berbasis gotong-royong, Kopdes Merah Putih diharapkan dapat memperkuat ekonomi desa, meningkatkan ketahanan pangan, dan secara keseluruhan mengurangi tingkat kemiskinan. Program ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat desa pada pinjaman uang ilegal atau tengkulak, dan memungkinkan kemajuan usaha lokal serta distribusi yang lebih efisien.
Dengan mengembangkan koperasi baru, mengoptimalkan koperasi yang sudah ada, dan merevitalisasi koperasi yang terdapat, Kopdes Merah Putih diharapkan mampu memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat desa terhadap kebutuhan pokok, modal usaha, layanan kesehatan, serta penyimpanan hasil pertanian dan pelayanan logistik. Program ini merupakan langkah penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan memajukan ekonomi desa di Indonesia.
