Pentingnya Kolaborasi Nasional-Lokal-Swasta dalam Program MBG

by -241 Views

Hasan Nasbi, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (KPC), berbagi wawasan kunci dengan pemimpin daerah untuk menyelaraskan pemahaman tentang program unggulan Presiden Prabowo Subianto selama acara yang diselenggarakan di Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Acara tersebut turut dihadiri oleh Muhamad Isra Ramli, Deputi I untuk Bahan Komunikasi dan Informasi di KPC, Tigor Pangaribuan, Deputi untuk Sistem dan Tata Pemerintahan di Badan Gizi Nasional (BGN), serta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Adapun tema acara adalah “Bukti Nyata Program Presiden Prabowo Subianto” yang diadakan oleh DPP Gempita (Gerakan Milenial untuk Cinta Tanah Air).

Para pemimpin daerah, seperti Darma Wijaya, Bupati Serdang Bedagai, Maya Hasmita, Bupati Labuhanbatu, Baharudin Siagian, Bupati Batu Bara, hadir dalam forum tersebut bersama pejabat lokal dan perwakilan Forkopimda Sumatera Utara (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah). Dalam sambutannya, Hasan menekankan pentingnya keselarasan antara pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga implementasi lancar dari program-program prioritas nasional. Dia memastikan bahwa agenda kebijakan Presiden Prabowo Subianto merupakan hasil perencanaan jangka panjang, bukan sekadar improvisasi.

Salah satu program unggulan yang dipaparkan oleh Hasan adalah Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan implementasi dari visi panjang Presiden. Program ini telah dilakukan di lebih dari 109 negara dengan dampak yang terlihat hingga 10 hingga 20 tahun ke depan. Hasan juga mendorong semua pihak untuk berkontribusi dalam percepatan program tersebut, dengan pemerintah pusat memberikan regulasi dan pendanaan, pemerintah daerah membangun dapur, serta sektor swasta dipersilakan untuk ikut berpartisipasi.

Forum ini memberikan kesempatan bagi pemimpin daerah untuk memberikan umpan balik langsung kepada perwakilan BGN mengenai Program MBG. Hasan menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi langsung untuk mencapai terobosan di lapangan, termasuk dalam pengelolaan dapur SPPG. Setiap hidangan yang disajikan harus memenuhi kebutuhan kalori harian dan rasanya harus enak agar tujuan dari program ini tercapai. Jika makanan tidak enak, peserta diimbau untuk memberikan umpan balik, karena pemborosan terjadi jika makanan dibuang.

Source link