Investasi Infrastruktur Blockchain: Bank Investasi Rp 1.642 Triliun

by -218 Views

Bank-bank tradisional telah menginvestasikan lebih dari USD 100 miliar atau sekitar Rp 1.642 triliun ke dalam teknologi blockchain sejak tahun 2020. Menurut laporan terbaru yang didukung oleh Ripple, aset digital menjadi fokus utama dalam industri keuangan saat ini. Studi yang dilakukan oleh Ripple, CB Insights, dan UK Centre for Blockchain Technologies (UK CBT) mengungkapkan bahwa bank-bank besar terus meningkatkan investasi mereka dalam kustodian, tokenisasi, dan infrastruktur pembayaran, meskipun masih dihadapkan pada tantangan regulasi dan volatilitas pasar.

Dari tahun 2020 hingga 2024, lebih dari USD 100 miliar telah dialokasikan untuk inisiatif blockchain dan aset digital di seluruh dunia. Lebih dari 90% pemimpin keuangan yang disurvei percaya bahwa teknologi ini akan memberikan dampak yang signifikan atau bahkan masif dalam bidang keuangan dalam waktu tiga tahun ke depan. Berdasarkan laporan tersebut, lembaga keuangan tradisional telah terlibat dalam 345 transaksi blockchain global, dengan infrastruktur pembayaran menjadi fokus utama diikuti oleh kustodian kripto, tokenisasi, dan valuta asing on-chain.

Kepercayaan terhadap blockchain dan aset digital semakin meningkat, dengan lebih dari 90% eksekutif keuangan yang disurvei melihat dampak yang signifikan atau masif pada tahun 2028. Sebanyak 65% responden bank mengungkapkan bahwa mereka sedang aktif mengeksplorasi kustodian aset digital, dengan fokus utama pada stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata. Perkembangan ini menunjukkan bahwa sektor keuangan semakin tertarik dan siap mengadopsi teknologi blockchain untuk mendukung perkembangan industri keuangan global.

Source link