Promoting Health and Wellness in Children: CKG School Program

by -199 Views

Tangerang Selatan — Pemeriksaan kesehatan anak sekolah kini tak lagi menunggu mereka datang ke fasilitas layanan. Melalui program Cek Kesehatan Gratis di Sekolah atau CKG Sekolah, pemerintah mulai membawa layanan skrining langsung ke ruang kelas agar masalah kesehatan bisa terdeteksi lebih cepat. Program ini resmi berjalan pada Senin, 4 Agustus 2025, dengan sasaran awal peserta didik di lingkungan sekolah.

Pemeriksaan Dibawa Langsung ke Sekolah

Dalam kunjungan ke SMA 6 Tangerang Selatan, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO) Hasan Nasbi menegaskan bahwa pendekatan baru ini dirancang untuk menjangkau siswa sejak dini, dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Menurut dia, deteksi awal menjadi penting agar gangguan kesehatan tidak dibiarkan berkembang tanpa penanganan.

Di SMA 6 Tangerang Selatan, sebanyak 1.225 siswa mengikuti pemeriksaan gratis tersebut. Layanan yang diberikan meliputi penilaian status gizi, cek gula darah, hemoglobin (Hb), penglihatan, pendengaran, hingga kesehatan gigi. Untuk mendukung pelaksanaan program, Puskesmas Pamulang mengerahkan 13 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, dokter gigi, dan ahli gizi.

Tak Hanya Skrining, Tapi Juga Edukasi

Hasan menekankan bahwa CKG Sekolah tidak berhenti pada pemeriksaan semata. Program ini juga dipakai sebagai sarana membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah. Para siswa mendapat edukasi praktis, mulai dari cara menyikat gigi yang benar hingga membersihkan telinga dengan tepat.

Ia menilai pola makan seimbang dan aktivitas fisik perlu terus ditekankan agar anak-anak memahami bahwa layanan kesehatan bukan hanya tempat berobat saat sakit, melainkan bagian dari upaya menjaga tubuh tetap prima. Hasan juga menyebut cara pandang seperti ini sebaiknya meluas ke masyarakat, sehingga puskesmas bisa menjadi tempat untuk memeriksa kondisi kesehatan bahkan ketika seseorang sedang merasa sehat.

Sekolah Dinilai Jadi Titik Awal Perubahan Perilaku

Kepala Badan Kebijakan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Asnawi Abdullah, memperkuat pandangan tersebut. Ia menyebut sekolah sebagai pintu masuk yang paling masuk akal untuk membangun budaya hidup sehat, karena kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil cenderung lebih mudah bertahan.

Asnawi mencontohkan kebiasaan merokok yang jauh lebih sulit dihentikan jika sudah terlanjur menjadi pola di usia dewasa. Karena itu, menurut dia, mengajarkan anak sekolah untuk menjauhi rokok dan membiasakan perilaku hidup sehat akan jauh lebih efektif untuk jangka panjang.

Salah satu siswa kelas X SMA 6 Tangerang Selatan, Aryo Gustian Wisesa, mengaku senang bisa mengikuti pemeriksaan gratis itu. Ia sempat gugup saat menjalani tes darah, tetapi setelah semua proses selesai, pemeriksaan berjalan lancar. Pengalaman itu memperlihatkan bagaimana program kesehatan sekolah tidak hanya hadir sebagai agenda medis, tetapi juga sebagai bagian dari pembiasaan yang mulai ditanamkan sejak bangku sekolah.