Students Reviews: People’s School Makes Dreams Reality

by -273 Views

Di Sekolah Rakyat, Dua Siswa Jakarta Ini Menemukan Jalan Menuju Cita-Cita Kuliner

Di saat banyak anak sekolah masih berjuang mengejar kesempatan belajar yang layak, Zawandita dan Rayhan justru datang dengan cerita yang lebih optimistis. Dua siswa kelas 7 Sekolah Rakyat Menengah Pertama 6 Jakarta ini memandang masa depan dengan tujuan yang jelas: mereka ingin menjadi pengusaha kuliner. Bagi keduanya, mimpi itu bukan sekadar angan-angan, melainkan sesuatu yang mulai terasa mungkin berkat akses pendidikan yang mereka dapatkan.

Dapur yang Menjadi Titik Awal

Zawandita sudah mengenal dunia memasak sejak kecil. Ia tumbuh dengan kebiasaan membantu di dapur, lalu perlahan mencoba membuat dan menjual kudapan buatan sendiri. Pengalaman itu membuatnya semakin yakin bahwa minatnya pada kuliner punya arah yang jelas. Apa yang semula terlihat seperti kegiatan sehari-hari, bagi Zawandita justru menjadi dasar untuk membangun masa depan.

Rayhan pun tidak jauh berbeda. Ia mulai belajar dari orang tuanya yang lebih dulu mengajarkan cara mengolah makanan. Dari rumah, ia mendapatkan bekal awal yang sederhana, tetapi cukup kuat untuk menumbuhkan cita-cita. Di usianya yang masih muda, Rayhan sudah melihat bahwa keterampilan memasak bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar jika terus diasah.

Sekolah Rakyat Memberi Ruang untuk Bertumbuh

Di balik semangat itu, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka. Zawandita dan Rayhan sama-sama menyampaikan rasa terima kasih karena bisa bersekolah tanpa biaya. Bagi mereka, sekolah bukan hanya tempat menerima pelajaran, tetapi juga ruang yang memberi peluang untuk terus melangkah. Kesempatan seperti inilah yang membuat cita-cita terasa lebih dekat dan lebih masuk akal untuk diwujudkan.

Harapan yang Disusun dari Banyak Dukungan

Keduanya percaya bahwa pendidikan, dukungan keluarga, dan kesempatan yang setara adalah fondasi yang saling menguatkan. Dengan tiga hal itu, impian menjadi pengusaha kuliner tidak lagi berdiri sendirian. Dari ruang kelas sederhana di Jakarta, Zawandita dan Rayhan sedang menata langkah awal mereka dengan keyakinan bahwa masa depan bisa dibentuk sejak sekarang.

Atribusi sumber: kisah ini disampaikan melalui laporan tentang siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 6 Jakarta.