Harga Bitcoin Turun Setelah Donald Trump Mengatakan Tidak Akan Maju Lagi
Harga Bitcoin tiba-tiba merosot setelah mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa ia mungkin tidak akan mencalonkan diri lagi untuk pemilihan presiden di masa depan. Pernyataan ini mengejutkan banyak pihak meskipun secara hukum Trump tidak bisa mencalonkan diri untuk ketiga kalinya berdasarkan Amandemen ke-22 dalam Konstitusi AS.
Menurut informasi dari cryptopotato, komentar Trump ini dikeluarkan hanya beberapa menit sebelum harga Bitcoin merosot lebih dari USD 1.500 atau sekitar Rp 24,5 juta (dengan estimasi kurs Rp 16.380 per USD). Sebelumnya, harga Bitcoin sempat naik mendekati level USD 115.000 atau sekitar Rp 1,88 miliar namun kemudian kembali turun.
Trump yang merupakan mantan Presiden AS dan kembali menjadi Presiden pada periode ke-47 diketahui memiliki pengaruh besar terhadap pasar kripto. Namun, pernyataannya tentang kemungkinan tidak maju kembali dalam pemilihan Presiden 2028 memicu spekulasi negatif dari para investor. Sesuai dengan Amandemen ke-22 Konstitusi AS yang menyatakan bahwa seseorang tidak boleh dipilih menjadi Presiden lebih dari dua kali, maka secara hukum Trump tidak dapat mencalonkan diri untuk ketiga kalinya.
Meskipun telah beredar rumor bahwa Trump berencana untuk kembali maju dalam pemilihan 2028, dalam unggahan terbarunya ia menyatakan bahwa kemungkinan besar tidak akan melakukannya. Hal ini telah mempengaruhi pasar dan menyebabkan penurunan harga Bitcoin secara tiba-tiba.





