Kolaborasi Ilmuwan Indonesia dengan Saintis Dunia: PCO

by -203 Views

Pada tanggal 7 Agustus 2025, Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudhy Valdryno, menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto mengenai peran ilmuwan di Indonesia. Presiden Prabowo sangat mendorong kolaborasi antara ilmuwan Indonesia dengan para saintis dunia, karena ia yakin bahwa hal ini akan membantu mewujudkan Indonesia Maju. Menurut Ryno, Presiden Prabowo ingin para ilmuwan terlibat lebih aktif di ruang publik, terutama dalam rangka mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam lima tahun ke depan.

Peran ilmuwan dianggap penting dalam strategi industrialisasi nasional yang berfokus pada hilirisasi, pengembangan teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Visi ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 yang menekankan pembangunan sumber daya manusia, peningkatan keilmuan, dan penguatan peran perempuan, pemuda, serta penyandang disabilitas.

Dalam upaya mendukung perkembangan ilmuwan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menggelar Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 di Bandung pada tanggal 7-9 Agustus 2025. Melalui acara ini, Presiden Prabowo ingin menyatukan para peneliti dan guru besar, terutama yang fokus di bidang STEM, untuk bersama-sama berkontribusi dalam memajukan bangsa dan negara.

Dengan tema “Sains dan Teknologi untuk Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi”, KSTI 2025 diharapkan dapat menjadi sarana kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, media, dan masyarakat untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menjadi industri bernilai tambah tinggi. Lebih dari 2 ribu ilmuwan turut hadir dalam acara ini, yang dianggap sebagai wujud tekad bersama untuk mengangkat sains dan teknologi sebagai senjata perjuangan bangsa.

Konvensi ini juga menjadi momentum penting dalam merumuskan peta jalan riset dan inovasi di delapan sektor strategis, seperti energi, pertahanan, digitalisasi, kesehatan, pangan, maritim, material, dan manufaktur maju. Pemilihan sektor-sektor ini didasarkan pada kebutuhan strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju ekonomi berbasis pengetahuan dan berdaya saing tinggi, sehingga Indonesia dapat menjadi pemimpin industri di tingkat global.

Source link