Preventing Childhood Game Addiction: Importance of Physical Activity Spaces

by -267 Views

JAKARTA — Di saat layar ponsel dan gim daring semakin akrab dengan keseharian anak, upaya mencegah kecanduan tak bisa lagi mengandalkan larangan semata. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan, kuncinya justru ada pada keterlibatan orang tua yang mau memahami dunia anak, bukan sekadar mengawasi dari jauh.

Orang Tua Diminta Lebih Peka terhadap Kebiasaan Anak

Pesan itu disampaikan Isyana dalam diskusi pembangunan keluarga yang digelar Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) bersama Gempita di Jakarta. Menurut dia, perubahan perilaku anak saat ini sangat dipengaruhi media sosial dan gim online, sehingga orang tua tidak bisa bersikap pasif. Mereka perlu mengikuti minat anak, memahami aplikasi yang digunakan, dan belajar membaca pola interaksi digital yang membentuk keseharian mereka.

Isyana menilai, anak-anak cenderung menyukai rangsangan yang cepat dan instan. Situasi ini membuat gim daring dan media sosial mudah menarik perhatian berlebihan jika tidak diimbangi dengan pendampingan yang tepat dari keluarga. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari kedekatan emosional, bukan hanya dari pembatasan perangkat.

Aktivitas Fisik Jadi Jalan Keluar yang Lebih Sehat

Untuk mengurangi ketergantungan pada gawai, Isyana mendorong orang tua mengajak anak lebih sering bergerak di luar rumah. Olahraga, permainan fisik, dan aktivitas luar ruang dinilai bisa memberi kepuasan yang lebih alami sekaligus memenuhi kebutuhan stimulasi anak tanpa harus selalu bergantung pada layar.

Ia menyebut hal-hal sederhana seperti bermain bersama, berjalan di luar rumah, atau berolahraga bersama keluarga dapat menjadi kebiasaan yang efektif. Selain membantu mengurangi waktu layar, aktivitas seperti ini juga memperkuat hubungan antara orang tua dan anak dalam suasana yang lebih hangat dan sehat.

RBI Ditawarkan sebagai Ruang Alternatif

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan memperkenalkan program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Program ini dirancang sebagai ruang aman dan inklusif bagi perempuan, anak, dan masyarakat untuk belajar, bermain, berdaya, serta menumbuhkan kreativitas.

Melalui RBI, Veronica berharap anak-anak memiliki lebih banyak pilihan kegiatan di luar gawai, mulai dari permainan tradisional, aktivitas kreatif, hingga olahraga. Dengan begitu, ruang tumbuh anak tidak hanya ditentukan oleh layar, tetapi juga oleh interaksi sosial, gerak tubuh, dan lingkungan yang memberi pengalaman lebih sehat.

Pesan yang mengemuka dari diskusi itu jelas: mencegah kecanduan gim dan gadget bukan hanya urusan membatasi akses, melainkan juga soal menyiapkan rumah, keluarga, dan ruang publik yang benar-benar menawarkan alternatif nyata bagi anak untuk tetap aktif.