Saham Penerbit Stablecoin: Lonjakan 450% Pasca IPO!

by -218 Views

Pembuatan stablecoin didukung oleh aset-aset seperti dolar AS dan surat utang jangka pendek untuk menjaga nilai tukarnya tetap stabil terhadap dolar. Sebagai contoh, saat ini cadangan USDC oleh Circle termasuk surat utang jangka pendek AS, perjanjian pembelian kembali surat utang, dan uang tunai yang disimpan di kustodian BNY yang dikelola oleh BlackRock. Pendiri Circle, Jeremy Allaire, mengungkapkan bahwa entitas baru akan mengelola cadangan USDC Circle, sementara beberapa cadangan akan tetap disimpan di bank-bank besar.

Lisensi yang diberikan juga akan memungkinkan Circle untuk menyediakan layanan kustodian untuk aset digital atas nama klien institusional, dengan fokus pada aset seperti saham dan obligasi yang diwakili melalui token blockchain. Langkah ini terjadi ketika Kongres AS mendekati RUU untuk mengatur stablecoin federal. RUU ini akan meminta token yang didukung oleh aset likuid untuk mengungkapkan komposisi cadangan mereka setiap bulan secara publik jika disahkan.

Meskipun Senat telah meloloskan RUU tersebut, DPR juga siap meloloskan undang-undang tersebut dalam waktu dekat. Presiden AS, Donald Trump diharapkan akan menandatangani RUU tersebut menjadi undang-undang setelah berupaya merombak regulasi mata uang kripto. Setelah disahkan, RUU tersebut dapat membuka pintu bagi lembaga keuangan tradisional untuk mulai memasukkan stablecoin ke dalam bisnis mereka. Circle, sebagai salah satu penerbit stablecoin terkemuka, sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan ini.

Jeremy Allaire menyatakan, “Kita sedang bergerak dari tahap awal adopsi teknologi ini menuju ke arus utama.” Dengan perkembangan ini, para ahli dan analis yakin bahwa stablecoin akan semakin diterima dalam industri keuangan dan perdagangan mainstream.

Source link