Inflasi grosir Amerika Serikat (AS) yang melampaui perkiraan telah membawa dampak bagi ekspektasi penurunan suku bunga The Fed pada bulan September. Data terbaru menunjukkan bahwa Indeks Harga Produsen (PPI) naik 0,9% pada bulan Juli, merupakan kenaikan bulanan terbesar dalam lebih dari tiga tahun. Hal ini membuat para pelaku pasar mengurangi taruhan terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga yang cepat, yang menyebabkan Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan dari level tertinggi mereka.
Analis percaya bahwa pelemahan harga kripto saat ini hanyalah sementara, karena kondisi likuiditas global diprediksi akan membaik menjelang akhir tahun. Meskipun terjadi penurunan harga kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum, sejumlah ekonom berpendapat bahwa inflasi yang tinggi justru dapat memperkuat daya tarik aset kripto dengan pasokan terbatas. Kepala Analis Kripto Real Vision, Jamie Coutts, menekankan bahwa kondisi makro saat ini berbeda dari siklus historis, di mana inflasi mungkin sulit untuk terkendali.
Meskipun September sering kali menjadi bulan pelemahan bagi Bitcoin, Coutts optimis bahwa kuartal keempat akan ditandai dengan reli yang kuat. Faktor pendorongnya termasuk stimulus Tiongkok dan melemahnya dolar AS, yang berpotensi meningkatkan likuiditas global. Meskipun tren ini dapat berubah jika tidak ada pertumbuhan berkelanjutan, namun jika likuiditas tetap kuat, pasar kripto memiliki peluang untuk mengalami rebound yang signifikan di akhir tahun.





