Tantangan Pasar Kripto: Analisis di Tengah Ketidakpastian Global

by -168 Views

Pasar aset kripto global kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa pagi, dengan sejumlah koin utama seperti Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin tercatat berada di zona merah. Data Coinmarketcap menunjukkan penurunan Bitcoin (BTC) sebesar 1,12% dalam 24 jam terakhir dan melemah 2,27% sepanjang minggu, dengan harga saat ini di level USD 113.000. Ethereum (ETH) turun ke USD 4.200, sementara Cardano (ADA) juga terkoreksi sebesar 3,84% ke USD 0,92. Aset kripto lainnya seperti Solana (SOL), XRP, dan Dogecoin (DOGE) juga mengalami pelemahan harga. Kapitalisasi pasar kripto global secara keseluruhan menyusut menjadi USD 3,8 triliun.

Indeks Sentimen Pasar Kripto (Crypto Fear and Greed Index) berada di level 53, menunjukkan kondisi netral dengan kecenderungan waspada. Tekanan harga dipicu oleh sentimen global, termasuk sebelum pidato Ketua The Fed Jerome Powell mengenai arah kebijakan moneter AS, serta tindakan regulator Korea Selatan yang memerintahkan penghentian layanan pinjaman kripto di bursa lokal.

Dari sisi on-chain, terjadi pergerakan besar dari whale dan institusi di pasar. Adanya 12.000 BTC yang masuk ke bursa menandakan aksi ambil untung oleh pemegang besar. Meskipun demikian, akumulasi terus terjadi seperti yang dilakukan oleh Metaplanet yang membeli 775 BTC senilai USD 93 juta, serta MicroStrategy yang menambah 430 BTC ke portofolio mereka. Hal ini menciptakan dinamika unik di pasar, di mana potensi kepanikan investor ritel dapat meningkat jika deposit whale terus berlanjut.

Antony Kusuma, Vice President INDODAX, menyatakan bahwa koreksi pasar saat ini adalah respons normal terhadap ketidakpastian global. Menurutnya, pasar kripto sering kali merespons lebih cepat sinyal kebijakan makroekonomi dibanding instrumen lainnya. Tekanan harga yang terjadi saat ini mencerminkan sikap investor yang menahan posisi sambil menunggu kejelasan dari bank sentral Amerika.

Source link