Harga Bitcoin (BTC) telah turun di bawah $108.000 baru-baru ini, memicu kekhawatiran di kalangan investor tentang kemungkinan penurunan lebih lanjut hingga USD 75.000. Faktor-faktor ekonomi global dan pergerakan pasar kripto akan mempengaruhi arah harga Bitcoin ke depan. Data ekonomi terbaru, seperti naiknya inflasi inti di AS menjadi 2,9% pada bulan Juli, telah menjadi penyebab utama pelemahan harga Bitcoin. Kenaikan ini mengurangi harapan penurunan agresif suku bunga oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed). Meskipun masih ada prediksi penurunan suku bunga, sentimen investor menjadi lebih berhati-hati, mengakibatkan kecenderungan untuk menghindari aset berisiko seperti kripto. Selain itu, penurunan harga juga dipicu oleh aksi jual besar-besaran dari investor besar (“whale”) serta likuidasi posisi pinjaman. Gabungan antara sentimen negatif, likuiditas yang menipis, dan hambatan ekonomi makro telah memberikan tekanan tambahan pada harga Bitcoin.
Prediksi Bitcoin Terguncang, Menuju Anjlok ke USD 75.000?





