CEO Cango, Paul Yu, menyatakan bahwa kuartal ini merupakan tonggak penting bagi perusahaan. Dalam kurun waktu sembilan bulan, Cango berhasil menjadi salah satu penambang Bitcoin terbesar di dunia. Strategi aset ringan yang diterapkan memungkinkan perusahaan untuk mempercepat ekspansi dengan modal awal yang minim. Meskipun biaya tunai per Bitcoin lebih tinggi, namun biaya depresiasi yang rendah membuat total biaya tetap kompetitif. Selain itu, akuisisi kapasitas sebesar 18 EH per detik telah meningkatkan produksi Bitcoin sebesar 44% pada bulan Juli. Pembelian fasilitas penambangan berkapasitas 50 MW di Georgia diharapkan dapat menekan biaya listrik, memperkuat ketahanan energi perusahaan, serta membuka peluang baru di bidang komputasi berperforma tinggi (HPC) dan energi.
Pendapatan Perusahaan Penambang Bitcoin USD 139,8 Juta di Kuartal II 2025




