Pasar kripto kembali kehilangan tenaga pada perdagangan 23 September 2025. Sejumlah aset digital berkapitalisasi besar kompak bergerak di zona merah, menandakan pelaku pasar masih belum berani masuk agresif setelah gelombang koreksi yang menekan sentimen sejak awal sesi. Tekanan paling jelas terlihat pada Solana, XRP, dan Dogecoin, sementara Bitcoin dan beberapa aset utama lain juga ikut terseret dalam suasana pasar yang cenderung defensif.
Solana dan Dogecoin Jadi yang Paling Tertekan
Di antara aset besar yang dipantau pasar, Solana mencatat pelemahan paling dalam. Dalam 24 jam terakhir, SOL turun 5,71 persen dan dalam sepekan terkoreksi 4,50 persen. Dengan penurunan tersebut, harga Solana kini berada di kisaran Rp 3,654 juta per koin. Koreksi ini menegaskan bahwa tekanan jual belum mereda pada aset yang sebelumnya sempat menjadi sorotan investor.
Dogecoin juga bergerak tak jauh berbeda. Token bertema meme itu turun 4,03 persen dalam sehari dan merosot 8,51 persen dalam tujuh hari terakhir. Saat ini, DOGE diperdagangkan di level Rp 4.006 per token. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa aset berisiko tinggi masih paling rentan saat pasar kembali memilih sikap hati-hati.
XRP Ikut Terseret, Sentimen Pasar Masih Rapuh
Selain dua aset tersebut, XRP juga tak mampu bertahan di zona hijau. Kripto ini melemah 2,35 persen dalam 24 jam terakhir dan turun 2,93 persen dalam sepekan. Harga XRP pun berada di Rp 47.433 per koin. Meski penurunannya tidak sedalam Solana atau Dogecoin, arah pergerakannya tetap menunjukkan tekanan yang konsisten pada aset-aset utama.
Rangkaian koreksi ini memberi sinyal bahwa pasar masih bergerak dengan kehati-hatian tinggi. Ketika aset besar mulai terkoreksi bersamaan, pelaku pasar cenderung menahan diri sambil menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum kembali menambah posisi.
Stablecoin Tetap Jadi Tempat Berlindung
Di tengah gejolak tersebut, stablecoin masih menunjukkan peran penting sebagai penyangga pasar. Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) tetap bertahan di patokan US$1,00. Meski begitu, keduanya masing-masing mencatat penurunan sangat tipis, yakni 0,34 persen dan 0,35 persen.
Data perdagangan hari ini memperlihatkan kontras yang jelas: saat aset kripto utama berguguran, stablecoin justru tetap stabil dan menjadi acuan bagi investor yang memilih menunggu di pinggir pasar. Dalam kondisi seperti ini, arah pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada apakah tekanan jual masih berlanjut atau mulai mereda pada sesi berikutnya.
