Pasar kripto baru-baru ini dilanda gelombang likuidasi masif yang mengakibatkan kerugian miliaran dolar AS dan menimpa 252.000 trader dalam waktu 24 jam. Ethereum dan Bitcoin terpukul paling parah akibat penurunan tajam ini. Fenomena ini dikaitkan dengan Pola Red September atau September Merah.
Dalam sejarah pasar kripto, terjadi aksi jual terbesar di mana lebih dari USD 1,12 miliar posisi trader dilikuidasi hanya dalam satu hari. Data dari coinmarketcap menunjukkan bahwa lebih dari 252.000 posisi trader ditutup paksa akibat likuidasi ini, terutama posisi long yang menyumbang sebagian besar kerugian.
Ethereum (ETH) menjadi salah satu aset yang paling terpukul, dengan likuidasi mencapai $428,11 juta. Nilai ETH merosot 7% hingga 13%, bahkan terjatuh di bawah level support kunci $4.000. Selain itu, Bitcoin (BTC) juga mengalami likuidasi sebesar $273,60 juta, sementara Solana (SOL) mengalami kerugian sebesar $75,20 juta. Altcoin lain seperti XRP, Avalanche, dan Dogecoin juga ikut terkena tekanan akibat likuidasi masif ini.
Ahli pasar memandang likuidasi massal ini sebagai indikasi perubahan sentimen pasar yang lebih luas. Sebagai catatan penting, keputusan investasi terakhir ada pada pembaca. Sebelum melakukan transaksi kripto, disarankan untuk melakukan studi dan analisis yang mendalam. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.





