Perdagangan derivatif kripto di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif, dengan data dari bursa kripto CFX mencatat transaksi mencapai Rp 33,54 triliun di semester I 2025. Hal ini sejalan dengan tingginya adopsi aset kripto di Indonesia, yang menempatkannya sebagai salah satu negara dengan adopsi terbesar menurut Chainalysis. Menurut Iskandar, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam industri kripto, namun untuk terus mendorong pertumbuhan adopsi kripto, dibutuhkan kerja sama antara pelaku pasar, regulator, dan investor kripto.
Meskipun demikian, Iskandar juga menekankan bahwa perdagangan derivatif kripto memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, sebelum memulai aktivitas trading, penting bagi para pelaku pasar untuk memahami konsep dasar, manajemen risiko, dan menggunakan dana yang tidak terlalu vital. Hal ini akan membantu mengurangi risiko dan meningkatkan pemahaman dalam bertransaksi kripto di pasar derivatif.
Pintu Futures Mentakatkan Volume Perdagangan Kripto 170%





