Indonesia mengalami pertumbuhan adopsi aset kripto yang signifikan, didorong oleh beberapa faktor kunci. Generasi muda yang melek digital yang mendominasi di Indonesia, dengan lebih dari 60% penduduknya berusia di bawah 40 tahun, menjadi salah satu pendorong utama. Penetrasi smartphone dan internet yang luas juga turut berperan, serta adanya bursa kripto berizin lokal yang memudahkan akses ke token global populer.
Pada bulan Juli 2025, jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 16,5 juta konsumen, meningkat 4,11% dari bulan sebelumnya yang berada di angka 15,85 juta. Total nilai transaksi aset kripto juga mengalami lonjakan yang signifikan, dengan mencapai Rp52,46 triliun per Juli 2025, naik 62,36% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan Rp32,31 triliun. Secara keseluruhan, total nilai transaksi kripto sepanjang tahun 2025 mencapai Rp276,45 triliun.
Tidak hanya dari sisi pertumbuhan adopsi dan nilai transaksi, Indonesia juga semakin menuju arah yang lebih terkendali dalam pasar aset kripto. Regulasi yang semakin jelas melalui Bappebti dan transisi pengawasan ke OJK mulai tahun 2025, disertai dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan literasi digital dan persiapan tenaga kerja menghadapi perkembangan teknologi seperti Web3, AI, dan blockchain, semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar strategis untuk inovasi seperti aset kripto SOON.
SOON: Aset Kripto Terbaru Resmi Tersedia di Indonesia
