Data tenaga kerja yang lemah telah meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed, yang kemudian menjadi faktor utama dalam lonjakan harga Bitcoin. Dengan Bitcoin berhasil bertahan di atas level USD 118.000, para ahli meyakini bahwa target kisaran USD 122.000 hingga USD 137.000 dapat dicapai dalam waktu dekat. Pola musiman juga menjadi faktor penting, dengan sejarah menunjukkan bahwa September yang positif hampir selalu diikuti oleh reli besar di kuartal keempat. Para analis meyakini bahwa jika pola ini terulang, Bitcoin dapat mendekati angka USD 150.000 sebelum akhir tahun, terutama dengan adanya dukungan dari arus dana institusional.
Melalui kombinasi data makro yang melemah, peluang pemangkasan suku bunga, faktor musiman yang bullish, dan juga dukungan dari investor institusional, Bitcoin memasuki kuartal keempat 2025 dengan posisi yang sangat kuat. Adapun level kunci yang perlu diawasi dalam jangka pendek adalah USD 122.000 sebagai ujian pertama, diikuti oleh USD 137.000 sebagai target lanjutan. Dengan menjaga momentum yang kuat, pintu menuju angka USD 150.000 di akhir tahun semakin terbuka lebar.
Dalam menyusun keputusan investasi, pembaca dihimbau untuk melakukan pembelajaran dan analisis yang cermat sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual kripto. Liputan6.com, sebagai penyedia informasi, tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi yang dibuat.




