Update Harga Kripto Hari Ini: Bitcoin Sentuh Rp 2 Miliar – 3 Oktober 2025
Di saat harga aset digital kembali menjadi sorotan dan Bitcoin disebut-sebut menembus level Rp 2 miliar, perdebatan lama soal kripto ikut naik ke permukaan. Salah satu suara paling keras datang dari Dave Ramsey, tokoh keuangan personal yang selama ini dikenal tegas dalam urusan uang. Lewat podcast terbarunya, penulis buku keuangan sekaligus pembawa acara The Ramsey Show itu kembali menegaskan bahwa Bitcoin dan aset digital lain belum layak dipandang sebagai investasi yang sehat.
Kritik Ramsey yang Tak Pernah Melunak
Ramsey tidak berbicara dengan nada diplomatis. Ia menyebut Bitcoin dengan istilah yang sangat keras, termasuk “kertas toilet” dan “aneh”, untuk menunjukkan betapa rendahnya ia menilai aset tersebut. Menurut dia, kenaikan harga yang besar atau ramainya minat pasar tidak otomatis mengubah sifat dasar kripto. Bagi Ramsey, aset digital tetap lebih dekat ke wilayah spekulasi ketimbang instrumen yang bisa diandalkan untuk membangun kekayaan secara stabil.
Meski pasar kripto terus berkembang dan makin dikenal luas, Ramsey menilai inti persoalannya tidak berubah. Ia melihat kripto sebagai taruhan berisiko tinggi yang dibungkus narasi modern, bukan sebagai aset yang benar-benar sehat untuk perencanaan keuangan jangka panjang.
Volatilitas Jadi Titik Terlemah Kripto
Alasan utama Ramsey tetap bersikap keras ada pada volatilitas harga yang ekstrem. Menurut dia, naik-turunnya nilai kripto terlalu tajam untuk dianggap aman, apalagi bagi orang yang mencari kepastian dalam mengelola uang. Risiko seperti itu, dalam pandangannya, justru menjadi alasan kuat untuk menjauhi aset digital.
Ia juga menilai bahwa janji pertumbuhan besar sering kali dipakai sebagai magnet utama untuk menarik minat investor. Namun, bagi Ramsey, potensi untung itu tidak cukup untuk menutupi ketidakpastian yang melekat pada pasar kripto. Selama harga masih bergerak liar, ia tetap sulit melihat Bitcoin sebagai investasi yang sehat.
Industri Berkembang, Pandangan Ramsey Tetap Sama
Ramsey tidak menampik bahwa industri kripto telah mengalami perkembangan. Perhatian publik terhadap aset digital juga semakin besar, dan Bitcoin kini menjadi salah satu aset paling banyak dibicarakan. Namun, pengakuan itu tidak membuat sikapnya berubah. Ia tetap menempatkan kripto, termasuk Bitcoin, di kategori spekulasi.
Pernyataan ini kembali memanaskan perdebatan yang sudah lama ada di pasar keuangan: apakah kripto benar-benar masa depan investasi, atau justru aset berisiko tinggi yang popularitasnya melaju lebih cepat daripada fondasinya. Di tengah euforia harga yang kembali menguat, Ramsey memilih berdiri di sisi yang berlawanan, dengan kritik yang konsisten dan tanpa kompromi.





