Harga Pi Network Terus Tertekan, Investor Mulai Kehilangan Kesabaran
Pi Network yang dulu digadang-gadang sebagai cara paling mudah masuk ke dunia kripto kini justru berada di bawah tekanan berat. Proyek yang sempat menarik perhatian besar lewat konsep mining dari ponsel itu belum juga membuktikan diri sebagai aset digital yang benar-benar kuat di pasar. Alih-alih naik, harga Pi terus melemah dan memicu kekecewaan di kalangan investor maupun komunitas awalnya.
Janji Sederhana yang Tak Berbanding Lurus dengan Hasil
Berdasarkan data yang dikutip dari CoinMarketCap, Pi sempat mencuri perhatian karena menawarkan akses yang sangat sederhana bagi pengguna untuk ikut menambang kripto hanya melalui ponsel. Model ini membuat Pi Network cepat dikenal luas dan sempat memunculkan harapan besar bahwa proyek tersebut bisa menjadi pintu masuk kripto untuk pengguna massal.
Namun, setelah berjalan bertahun-tahun, ekspektasi itu belum terjawab. Banyak pihak menilai Pi belum menunjukkan perkembangan yang sepadan dengan popularitasnya. Masalah yang paling menonjol bukan hanya soal harga yang tertekan, tetapi juga likuiditas yang terbatas serta belum masuknya Pi ke bursa besar. Kondisi ini membuat proyek tersebut masih dipandang belum siap diperdagangkan secara luas dan belum cukup kuat untuk meyakinkan pasar.
Kritik dari Komunitas Kripto Semakin Keras
Tekanan terhadap Pi Network juga datang dari komunitas kripto sendiri. Sejumlah pengamat mulai mempertanyakan arah proyek ini, termasuk analis yang dikenal sebagai Mr. Spock Ape. Ia menyebut perjalanan Pi sebagai “slow-motion rug pull”, istilah yang merujuk pada proyek yang terus berjalan tetapi perlahan kehilangan nilai dan kejelasan arah.
Kritik itu menyoroti satu hal yang makin sering dibicarakan: banyak pengguna masih terus melakukan mining tanpa benar-benar melihat hasil yang dijanjikan sejak awal. Di titik ini, persoalan Pi tidak lagi sekadar menyangkut grafik harga, tetapi juga menyangkut kepercayaan yang perlahan terkikis.
Sorotan Internal Ikut Menambah Beban
Di tengah pelemahan harga, Pi Network juga tidak lepas dari isu internal. Beredar laporan mengenai ketegangan antara dua pendirinya, Nicolas Kokkalis dan Chengdiao Fan. Selain itu, muncul pula tuduhan penyalahgunaan dana yang dikaitkan dengan mantan eksekutif McPhilip.
Rangkaian kabar tersebut membuat posisi Pi Network semakin sulit. Saat pasar sudah meragukan prospeknya, isu dari dalam justru memperkuat skeptisisme investor. Bagi banyak pendukung awal, Pi yang dulu dipasarkan sebagai proyek inklusif kini justru terlihat masih bergulat dengan masalah paling mendasar: kejelasan arah, kepercayaan publik, dan pembuktian nyata di pasar kripto.





