Pekan Depan: Bisakah Harga Bitcoin Meningkat Lagi?

by -248 Views

Setelah beberapa waktu tertekan, Bitcoin kembali masuk ke radar pelaku pasar dengan satu pertanyaan yang sama: apakah pekan depan bisa menjadi titik balik? Di tengah harga yang belum benar-benar pulih, optimisme justru mulai terdengar lebih keras dari biasanya. Sejumlah tokoh industri kripto menilai pelemahan terakhir bukan akhir dari reli, melainkan jeda sebelum pasar mencoba bergerak naik lagi.

Harapan “Uptober” Belum Padam

Samson Mow, pendiri Jan3, masih menjaga narasi “Uptober” untuk sisa 21 hari di bulan Oktober. Istilah ini lama dipakai komunitas kripto untuk menggambarkan ekspektasi penguatan harga Bitcoin pada bulan tersebut. Nada serupa juga datang dari Michael van de Poppe, pendiri MN Trading Capital, yang menilai Bitcoin kemungkinan sudah mendekati titik terendah dalam siklus pergerakan terkininya.

Pandangan itu memberi ruang bagi skenario bahwa tekanan harga belakangan ini hanya bersifat sementara. Bagi sebagian investor, koreksi justru dianggap sebagai fase pembersihan sebelum tren bullish kembali mengambil alih pasar.

Pasar Mengingat Pola Lama

Sejumlah analis juga melihat kemiripan antara koreksi saat ini dan penurunan tajam pada awal pandemi COVID-19. Ketika itu, pasar sempat terpukul keras sebelum Bitcoin berbalik menguat dan mencatat kenaikan besar. Perbandingan historis ini membuat sebagian pelaku pasar kembali melirik pola yang pernah berulang di aset kripto.

Meski begitu, Bitcoin tetap dikenal dengan volatilitas yang tinggi. Pergerakannya bisa berubah dalam hitungan hari, sehingga optimisme jangka panjang tidak selalu berarti kenaikan langsung dalam waktu dekat. Namun, bagi pendukung aset digital ini, sejarah masih menjadi alasan untuk tetap percaya bahwa fase koreksi kerap diikuti pemulihan yang lebih besar.

Menunggu Pemicu yang Lebih Jelas

Untuk saat ini, pasar kripto masih berada dalam kondisi rapuh. Investor memantau sinyal teknis, arah kebijakan ekonomi makro, serta perkembangan politik global yang bisa memengaruhi minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin. Dalam beberapa minggu ke depan, rangkaian faktor tersebut akan sangat menentukan apakah harga mampu menemukan pijakan baru atau justru masih tertahan oleh tekanan.

Di tengah sentimen yang masih terbelah, Bitcoin kembali berada di posisi yang akrab: di antara kekhawatiran jangka pendek dan keyakinan bahwa siklus naik berikutnya belum selesai.