Jakarta — Di saat pasar kripto masih bergerak rapuh dan mudah terseret sentimen jangka pendek, Bitcoin justru kembali menunjukkan daya tahannya. Sepanjang 6–10 Oktober 2025, aliran dana institusi memperlihatkan pola yang kontras: Bitcoin tetap diburu, sementara Ethereum mulai kehilangan tenaga di penghujung perdagangan. Situasi ini menegaskan bahwa investor belum meninggalkan aset kripto, tetapi semakin selektif dalam menempatkan modal.
Bitcoin Tetap Jadi Magnet Utama Dana Institusi
Selama lima hari perdagangan tersebut, Bitcoin Spot ETF mencatat net inflow positif sebesar USD 2,31 miliar. Meski pada sesi terakhir sempat terjadi outflow kecil, total dana yang masuk tetap menandakan minat institusi terhadap Bitcoin masih kuat.
Arus masuk ini menjadi penyangga penting di tengah pasar yang dikenal cepat berubah dan kerap dipenuhi aksi jual mendadak. Dalam kondisi seperti itu, Bitcoin kembali tampil sebagai aset yang dianggap lebih terukur untuk mendapatkan eksposur ke pasar kripto.
Ethereum Mulai Mengalami Aksi Ambil Untung
Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum Spot ETF justru melemah pada dua hari terakhir periode perdagangan. Akibatnya, total net inflow Ethereum ETF sepanjang pekan tersebut hanya mencapai USD 280,3 juta.
Perubahan arah ini memberi gambaran bahwa sentimen terhadap Ethereum lebih hati-hati. Setelah sempat menikmati masuknya dana, sebagian investor tampaknya memilih mengamankan keuntungan menjelang akhir pekan perdagangan, alih-alih mempertahankan posisi lebih lama.
Proyeksi Harga Masih Dibuka, Tapi Pasar Tetap Waspada
Dalam analisis terbaru, Bitcoin diperkirakan bergerak di kisaran USD 113.000 hingga USD 116.000. Sementara itu, Ethereum diproyeksikan berada pada rentang USD 4.100 hingga USD 4.300.
Proyeksi tersebut menunjukkan pasar masih memberi ruang bagi penguatan, meski arah jangka pendek tetap sangat bergantung pada respons investor terhadap arus dana institusi dan perubahan sentimen yang bergerak cepat. Informasi mengenai data inflow ETF dan proyeksi harga itu merujuk pada laporan Liputan6.com.
Dengan kondisi seperti ini, Bitcoin tampak masih memimpin kepercayaan pasar, sedangkan Ethereum berada dalam fase yang lebih sensitif terhadap aksi ambil untung. Dinamika keduanya menjadi pengingat bahwa di pasar kripto, arus dana sering kali berbicara lebih keras daripada euforia sesaat.





