Wakil Panglima TNI: Siber Adalah Ruang Pertahanan Masa Depan

by -284 Views

Jakarta — Ancaman di dunia digital tak lagi bisa dianggap sebagai urusan teknis semata. Di hadapan peringatan ulang tahun ke-8 Satuan Siber TNI, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan bahwa ruang siber sudah berubah menjadi medan pertahanan yang harus dijaga dengan keseriusan penuh.

Siber kini dipandang sebagai garis depan pertahanan

Dalam acara yang digelar di Gedung Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Tandyo mengingatkan bahwa pola ancaman terus berkembang dan makin sulit diprediksi. Serangan digital dapat datang dari berbagai arah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sehingga kesiapsiagaan personel siber tidak boleh berhenti pada kemampuan dasar.

Menurut dia, kemampuan satuan siber harus terus didorong agar tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu berada selangkah lebih maju. Di tengah perubahan yang cepat, adaptasi menjadi kebutuhan mutlak, bukan lagi pilihan.

Pelatihan berkelanjutan jadi kebutuhan utama

Tandyo menekankan bahwa penguatan Satuan Siber TNI tidak cukup dilakukan lewat pembaruan perangkat atau sistem. Yang sama pentingnya adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan yang berkesinambungan. Ia juga menilai pertukaran pengetahuan dengan negara lain perlu diperluas karena dinamika keamanan digital bergerak sangat cepat.

Kolaborasi internasional, kata Tandyo, dapat membantu memperkaya wawasan personel agar tidak tertinggal dalam menghadapi pola serangan yang terus berubah. Dengan cara itu, Satuan Siber TNI diharapkan mampu merespons ancaman secara lebih tepat, adaptif, dan terukur.

Landasan hukum dan arah penguatan ke depan

Dalam kesempatan itu, Tandyo juga menyinggung Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 yang disebutnya memberi dasar hukum kuat bagi TNI dalam menjalankan tugas pertahanan, termasuk penguatan kemampuan di bidang siber. Ia menegaskan bahwa transformasi digital di tubuh Satuan Siber TNI harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keamanan negara.

Fokus utama satuan ini bukan hanya menangani gangguan setelah serangan terjadi, melainkan mencegah ancaman sejak awal. Dengan pendekatan pencegahan, kesiapan personel, dan kerja sama yang luas, Satuan Siber TNI diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga ruang digital Indonesia agar aman dan andal.