Solana kembali jadi bahan perbincangan setelah kabar dari Amerika Serikat memberi dorongan baru bagi pasar. Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau SEC disebut telah menyetujui pengajuan Formulir 8-A dari 21Shares, langkah yang langsung memantik spekulasi soal hadirnya ETF Solana. Begitu kabar ini beredar, trader kembali mengaitkannya dengan peluang reli harga SOL menuju area USD 300 atau sekitar Rp 5 juta.
Persetujuan 8-A Picu Harapan Baru
Di pasar kripto, persetujuan Formulir 8-A bukan sekadar administrasi biasa. Dokumen ini kerap dibaca sebagai sinyal bahwa sebuah produk ETF sudah makin dekat ke tahap peluncuran. Karena itu, kabar mengenai 21Shares memunculkan respons cepat dari pelaku pasar yang melihat Solana masih punya ruang untuk menguat jika sentimen institusional tetap terjaga.
Minat terhadap SOL pun ikut terdorong oleh anggapan bahwa regulasi yang bergerak ke arah positif bisa menjadi katalis penting bagi aset ini. Target USD 300 kembali disebut-sebut, meski proyeksi tersebut masih sangat bergantung pada arah pasar dan kepastian proses lanjutan di level regulator.
ETF Belum Bisa Meluncur Sekarang
Meski kabarnya menggembirakan, persetujuan 8-A belum berarti ETF Solana otomatis siap dipasarkan. Masih ada satu tahap penting yang belum tuntas, yakni peninjauan Formulir S-1. Proses ini ikut tertahan akibat shutdown pemerintah AS, sehingga peluncuran resmi belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Kondisi serupa juga dialami sejumlah pihak lain, termasuk Bitwise dan Grayscale, yang ikut terseret penundaan karena hambatan administratif tersebut. Dengan begitu, pasar memang menerima sinyal positif, tetapi belum sampai pada tahap realisasi produk.
Optimisme Pasar Naik, Tapi Risiko Tetap Melekat
Kasus Solana menunjukkan betapa besar pengaruh kabar regulasi terhadap sentimen harga kripto. Satu persetujuan dokumen saja bisa langsung mengubah arah pembicaraan pasar, terutama ketika investor mulai membayangkan masuknya arus dana institusional melalui ETF.
Namun, euforia seperti ini tetap perlu dibaca dengan hati-hati. Pasar kripto dikenal bergerak cepat dan mudah berubah, sementara proses regulasi di AS masih belum selesai. Seperti dicatat Liputan6.com dalam laporannya, keputusan membeli atau menjual aset kripto sepenuhnya ada di tangan pembaca. Dalam situasi seperti ini, jeda antara kabar baik dan peluncuran nyata justru menjadi bagian paling krusial untuk dicermati.





