Harga Kripto 23 Oktober 2025: Bitcoin & Altcoins Turun di Zona Merah

by -297 Views

Pagi perdagangan kripto pada Kamis, 23 Oktober 2025, dibuka dengan suasana yang belum sepenuhnya ramah bagi investor. Mayoritas aset digital berkapitalisasi besar kembali bergerak di area merah, menandakan tekanan jual masih dominan dan pasar belum menemukan pijakan yang benar-benar stabil. Data Coinmarketcap pada pukul 07.00 WIB menunjukkan pelemahan serempak pada sejumlah aset utama, meski beberapa koin masih sempat bertahan di jalur hijau.

Bitcoin Jadi Arah Angin Pasar

Bitcoin (BTC) kembali menjadi pusat perhatian karena posisinya yang kerap menentukan sentimen pasar secara keseluruhan. Aset kripto terbesar ini tercatat turun 0,78 persen dalam 24 jam terakhir dan melemah 2,85 persen dalam sepekan. Harga Bitcoin berada di level USD 107.845 per koin atau sekitar Rp 1,79 miliar. Saat BTC bergerak turun, pasar altcoin biasanya ikut merasakan tekanan, dan kondisi itu kembali terlihat pada perdagangan pagi ini.

Ethereum dan Cardano Belum Lepas dari Tekanan

Ethereum (ETH) juga belum berhasil keluar dari fase koreksi. Dalam sehari, ETH turun 1,75 persen dan sepanjang sepekan melemah 4,39 persen. Harga Ethereum kini berada di kisaran Rp 63,2 juta per koin. Sementara itu, Cardano (ADA) mencatat pelemahan yang lebih dalam, yakni 2,90 persen dalam 24 jam dan 6,61 persen dalam sepekan. Dengan harga sekitar Rp 10.363 per koin, ADA menunjukkan bahwa minat beli di pasar masih belum cukup kuat untuk mendorong pemulihan yang berarti.

BNB Masih Hijau, Tapi Belum Aman

Di tengah dominasi warna merah, Binance coin (BNB) menjadi salah satu aset besar yang masih mampu mencatat kenaikan harian. BNB menguat 1,30 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di sekitar Rp 17,79 juta per koin. Namun, performa mingguan tetap menunjukkan tekanan, karena aset ini masih terkoreksi 7,71 persen. Artinya, meski ada napas pendek di perdagangan harian, arah tren yang lebih besar belum sepenuhnya pulih.

Mengacu pada data Coinmarketcap, pergerakan yang cenderung serempak ini memperlihatkan pasar kripto masih berada dalam fase sensitif. Dalam situasi seperti ini, investor biasanya dipaksa lebih cermat membaca arah pasar sebelum mengambil keputusan, karena volatilitas bisa berubah cepat hanya dalam hitungan jam.