Pintu Tambah 2 Alat untuk Antisipasi Risiko Derivatif Kripto – Solusi Terbaik!

by -181 Views

Di tengah ramainya minat terhadap perdagangan derivatif kripto, Pintu Futures memilih memperkuat sisi yang paling sering diabaikan trader: pengelolaan risiko. Bukan sekadar menambah fitur untuk mempermudah transaksi, platform ini kini menghadirkan dua alat baru yang dirancang agar pengguna bisa lebih disiplin saat menghadapi pasar yang bergerak cepat dan kerap tak terduga.

Fokus Baru Pintu Futures: Bukan Hanya Trading, tapi Juga Bertahan

Dua fitur yang diluncurkan adalah Adjustable Leverage dan Initial Margin Buffer. Melalui Adjustable Leverage, pengguna dapat mengatur leverage dari 1x hingga 25x sesuai strategi dan tingkat toleransi risiko masing-masing. Opsi ini memberi ruang lebih fleksibel bagi trader yang ingin menyesuaikan eksposur tanpa harus terpaku pada satu pengaturan saja.

Sementara itu, Initial Margin Buffer bekerja dengan cara mengunci margin lebih besar secara otomatis. Tujuannya adalah memberi bantalan tambahan agar risiko likuidasi bisa ditekan, terutama ketika volatilitas pasar meningkat tajam. Dalam praktiknya, fitur ini menjadi lapisan proteksi ekstra bagi pengguna yang ingin menjaga posisi tetap terkendali.

Volume Melonjak, Risiko Ikut Mengintai

Head of Product Marketing Pintu, Iskandar Mohammad, menyebut volume trading Pintu Futures pada kuartal III 2025 melonjak hampir 200 persen. Di periode yang sama, jumlah pengguna baru dan pengguna aktif juga naik 20 persen. Lonjakan ini memperlihatkan bahwa minat terhadap produk futures terus membesar, terutama dari trader yang mencari peluang di instrumen dengan pergerakan lebih agresif.

Namun, pertumbuhan tersebut sekaligus menegaskan satu hal penting: semakin besar minat pasar, semakin besar pula kebutuhan akan alat bantu yang mendorong keputusan lebih terukur. Di sinilah fitur pengendalian risiko menjadi relevan, karena trading derivatif tidak hanya soal mengejar profit, tetapi juga soal membatasi potensi kerugian sejak awal.

Pasar Derivatif Kripto Indonesia Makin Ramai

Perdagangan derivatif kripto di Indonesia sendiri sudah berjalan selama setahun terakhir. Berdasarkan data Bursa kripto CFX, nilai transaksinya telah menembus Rp73,8 triliun. Saat ini tersedia 192 kontrak yang bisa diperdagangkan, dengan lima kontrak paling aktif dalam setahun terakhir yakni BTCUSDT-PERP, ETHUSDT-PERP, SOLUSDT-PERP, PEPEUSDT-PERP, dan XRPUSDT-PERP.

Iskandar menegaskan bahwa derivatif kripto merupakan instrumen berisiko tinggi. Karena itu, trader perlu memahami dasar-dasar trading, menerapkan manajemen risiko, dan memakai dana yang memang siap diinvestasikan sebelum masuk ke pasar ini. Lewat dua fitur baru tersebut, Pintu Futures tampak ingin mengarahkan pengguna agar lebih sadar bahwa di pasar derivatif, bertahan sama pentingnya dengan mendapatkan peluang.