IPTI Gandeng BHMS Swiss: Memperkuat Pendidikan Pariwisata Global

by -224 Views

Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI) mengambil langkah yang bisa mengubah peta pendidikan pariwisata di Tanah Air. Pada Senin, 27 Oktober 2025, kampus ini resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan Business & Hotel Management School (BHMS) Swiss, sebuah kemitraan yang dirancang untuk mendorong standar pembelajaran, memperkuat kompetensi lulusan, dan membuka akses jejaring akademik yang lebih luas di level global.

MoA Ditandatangani di Jakarta

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Memorandum of Agreement (MoA) yang ditandatangani di Jakarta. Dari pihak IPTI, penandatanganan dilakukan oleh Rektor Dr. Ariani Kusumo Wardhani, M.Ds., CS, sedangkan BHMS diwakili CEO Heinrich Meister. Kolaborasi ini diposisikan sebagai jawaban atas perubahan cepat di industri hospitality, yang kini menuntut lulusan tak hanya piawai secara teori, tetapi juga tangguh dalam praktik dan siap bersaing lintas negara.

Skema Akademik yang Lebih Global

Kerja sama IPTI dan BHMS Swiss tidak berhenti pada seremoni formal. Kedua institusi sepakat mengembangkan program akademik dan penguatan kompetensi profesional yang mengacu pada praktik terbaik pendidikan pariwisata dunia. Sejumlah skema disiapkan, mulai dari program dual degree, sertifikasi profesional, kuliah tamu, pengembangan kapasitas dosen, hingga validation certificate sebagai pengakuan akademik internasional bagi mahasiswa IPTI.

Melalui jalur dual degree, mahasiswa IPTI berpeluang menempuh tiga tahun studi di Indonesia dan satu tahun di Swiss. Selain itu, tersedia pula kesempatan magang di industri perhotelan internasional, yang dinilai penting untuk memberi pengalaman nyata sebelum lulusan masuk ke pasar kerja yang semakin kompetitif.

Jalan Baru Menuju Pengakuan Internasional

Program kolaboratif ini juga menawarkan nilai tambah bagi mahasiswa melalui akses sertifikasi dan pelatihan berbasis internasional. Bekal tersebut diharapkan membuat lulusan lebih siap menghadapi standar kerja yang tinggi, baik di dalam negeri maupun di industri hospitality luar negeri.

Dr. Ariani Kusumo Wardhani menegaskan bahwa kerja sama ini penting untuk membentuk sumber daya manusia unggul di bidang pariwisata berkelanjutan. Menurutnya, penguatan kualitas pendidikan harus berjalan seiring dengan kebutuhan industri yang kian menekankan profesionalisme, adaptasi, dan daya saing global.

Potensi Raih Tiga Gelar Sekaligus

Dari pihak BHMS, Heinrich Meister menilai kemitraan lintas negara seperti ini relevan dengan karakter industri pariwisata yang sangat dinamis. Ia menekankan bahwa talenta yang ingin bertahan dan berkembang di sektor ini perlu dibekali kesiapan yang kuat untuk bersaing di tingkat internasional.

Dalam skema yang ditawarkan, mahasiswa IPTI bahkan berkesempatan meraih tiga gelar akademik sekaligus dari IPTI, BHMS Swiss, dan Robert Gordon University (RGU) di Aberdeen, Inggris. Bagi IPTI, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pengakuan global sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan hospitality yang berkelanjutan.