SpaceX Pindahkan Bitcoin Senilai Rp 2,2 Triliun, Pasar Kripto Kembali Waswas
Langkah terbaru SpaceX membuat pasar kripto kembali menoleh ke arah Elon Musk. Perusahaan antariksa milik miliarder itu dilaporkan memindahkan Bitcoin senilai lebih dari USD 133 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun, sebuah transaksi besar yang langsung memicu perhatian karena terjadi berdekatan dengan perpindahan serupa sebelumnya.
1.215 Bitcoin Dipindahkan ke Dompet Baru
Mengutip Yahoo Finance, Selasa (28/10/2025), data dari Arkham Intelligence menunjukkan SpaceX mentransfer 1.215 Bitcoin ke sejumlah dompet kripto baru. Nilai total transaksi itu mencapai sekitar USD 133,7 juta. Arkham menyebut perpindahan tersebut terdiri dari 300 BTC senilai kurang lebih USD 33 juta dan 915 BTC senilai sekitar USD 100,7 juta.
Yang membuat langkah ini semakin disorot adalah alamat dompet tujuan yang tidak teridentifikasi sebagai milik SpaceX yang berbasis di Hawthorne, California. Kondisi itu memunculkan tanda tanya di kalangan pelaku pasar mengenai arah pengelolaan aset digital perusahaan tersebut.
Berlangsung Tak Lama Setelah Transfer Sebelumnya
Transaksi ini bukan yang pertama dalam waktu berdekatan. Beberapa hari sebelumnya, SpaceX juga disebut melakukan transfer Bitcoin dalam jumlah yang hampir sama ke dompet kripto lain yang masih berada di bawah kendali perusahaan. Rangkaian perpindahan beruntun itu membuat aktivitas on-chain SpaceX kembali menjadi bahan pantauan.
Pola seperti ini kerap dibaca pasar sebagai sinyal yang perlu dicermati, apalagi jika menyangkut aset bernilai besar. Meski belum ada penjelasan resmi dari SpaceX mengenai tujuan perpindahan tersebut, besarnya nilai transaksi sudah cukup untuk mengundang spekulasi.
Nama Elon Musk Masih Jadi Magnet Pasar
Elon Musk dan SpaceX bukan nama asing bagi pasar kripto. Setiap pergerakan aset digital yang dikaitkan dengan keduanya hampir selalu memancing reaksi, baik dari investor ritel maupun pelaku pasar yang mengikuti arus sentimen. Dalam kasus ini, perpindahan Bitcoin dalam jumlah besar kembali menegaskan betapa sensitifnya pasar terhadap jejak transaksi perusahaan milik Musk.
Informasi ini bersumber dari laporan Yahoo Finance dengan rujukan data Arkham Intelligence.
