Koreksi Bitcoin hingga Dogecoin: Analisis Terkini

by -146 Views

Koreksi Bitcoin hingga Dogecoin: Tekanan Pasar Kripto Masih Belum Reda

Pasar kripto kembali menunjukkan wajah terburuknya. Dalam perdagangan terbaru, sejumlah aset digital besar kompak masuk zona merah, dengan koreksi harian yang tajam dan pelemahan mingguan yang menegaskan bahwa sentimen jual masih mendominasi. Dari Cardano, Solana, XRP, hingga Dogecoin, penurunan terjadi hampir bersamaan, sementara stablecoin justru tampil sebagai satu-satunya titik yang relatif tenang di tengah gejolak.

Aset Besar Kompak Melemah

Cardano (ADA) menjadi salah satu yang paling terpukul dalam gelombang pelemahan ini. Dalam 24 jam terakhir, harganya turun 9,41 persen dan sepanjang sepekan sudah terkoreksi 15,97 persen. Saat ini, ADA diperdagangkan di kisaran Rp 9.201 per koin, mencerminkan tekanan jual yang belum menemukan penahan berarti.

Solana (SOL) juga tak mampu bertahan dari arus penurunan. Aset ini melemah 11,75 persen dalam sehari dan turun 15,49 persen dalam tujuh hari terakhir. Dengan harga berada di level Rp 2,76 juta per koin, SOL ikut memperlihatkan bahwa pelemahan pasar tidak hanya menekan aset berkapitalisasi kecil, tetapi juga token besar yang selama ini menjadi favorit pelaku pasar.

Nasib serupa dialami XRP. Token ini merosot 8,31 persen dalam sehari dan 10,98 persen dalam sepekan, sehingga diperdagangkan sekitar Rp 38.582 per koin. Koreksi yang terjadi serentak pada tiga aset ini menunjukkan bahwa tekanan pasar bersifat luas, bukan sekadar gangguan pada satu token tertentu.

Dogecoin Tak Luput dari Gelombang Jual

Dogecoin (DOGE) ikut terseret dalam koreksi yang merata ini. Harga memecoin tersebut turun 10,22 persen dalam sehari dan 15,47 persen dalam sepekan, membuat nilainya berada di Rp 2.784 per token. Penurunan ini menambah panjang daftar aset populer yang kehilangan momentum dalam waktu singkat.

Rangkaian pelemahan pada ADA, SOL, XRP, dan DOGE memperlihatkan pola yang sama: pasar sedang menghindari risiko, dan tekanan jual menyebar ke berbagai kelas aset kripto yang paling aktif diperdagangkan. Situasi ini membuat pergerakan harga semakin rapuh, terutama bagi aset yang sebelumnya sempat menguat dalam periode singkat.

Stablecoin Tetap Jadi Pelabuhan Aman

Di tengah volatilitas yang melebar, Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) tetap bertahan di level USD 1,00. Bahkan, keduanya mencatat kenaikan tipis masing-masing 0,05 persen dan 0,04 persen. Stabilitas ini menjadi kontras yang mencolok dibandingkan aset-aset utama lain yang tengah terkoreksi dalam.

Berdasarkan data pasar yang dirangkum dari sumber harga kripto, pergerakan stablecoin yang nyaris tak berubah itu kembali menegaskan perannya sebagai tempat bertahan saat pasar sedang tidak bersahabat. Sementara aset lain bergulat dengan tekanan jual, USDT dan USDC justru tetap menjadi acuan ketika investor memilih menunggu kondisi mereda.