Pasar kripto kembali kehilangan tenaga pada perdagangan 5 November 2025. Ethereum (ETH) menjadi salah satu aset yang paling terasa tekanannya, setelah melemah lagi pada Selasa, 4 November 2025. Koreksi ini mempertegas bahwa sentimen pasar belum pulih, bahkan setelah beberapa hari sebelumnya harga sudah lebih dulu bergerak turun.
Ethereum Masih Tertekan di Bawah USD 3.600
Berdasarkan data Coinmarket yang tercatat pukul 15.45 WIB, ETH turun 5,23% dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, pelemahannya sudah mencapai 15,33%. Harga Ethereum kini berada di kisaran USD 3.498 atau sekitar Rp 58,42 juta, dengan asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah sebesar 16.701.
Tekanan terbaru ini melanjutkan koreksi yang terjadi pada perdagangan Senin, ketika ETH sudah anjlok lebih dari 9% dan jatuh di bawah level support USD 3.600. Jika ditarik lebih jauh, posisi ETH saat ini juga jauh dari puncaknya pada 22 Agustus 2025 di level USD 4.885. Artinya, Ethereum sudah terkoreksi sekitar 25% dari level tertingginya.
Insiden Balancer Ikut Menggoyang Kepercayaan Pasar
Salah satu faktor yang memperburuk suasana pasar datang dari peretasan terhadap Balancer, protokol keuangan terdesentralisasi berbasis Ethereum, pada 3 November 2025. Insiden itu disebut berpotensi menimbulkan kerugian lebih dari USD 100 juta atau sekitar Rp 1,67 triliun.
Peristiwa tersebut menambah daftar kekhawatiran investor terhadap keamanan ekosistem kripto. Karena Balancer terhubung langsung dengan jaringan Ethereum, kasus ini ikut menyeret sentimen terhadap ETH dan proyek-proyek lain yang bergerak di ekosistem serupa.
Faktor Global Masih Menahan Pemulihan
Di luar isu keamanan di dalam ekosistem kripto, tekanan juga datang dari kondisi global yang belum sepenuhnya bersahabat. Pada pertengahan Oktober, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif besar-besaran terhadap China terkait pembatasan ekspor logam tanah jarang. Kebijakan itu mendorong sebagian investor menjauh dari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas.
Kombinasi antara ketidakpastian global dan insiden peretasan membuat pasar aset digital belum menemukan alasan kuat untuk bangkit. Berdasarkan data Coinmarket, koreksi Ethereum kini menjadi salah satu sorotan utama di tengah pelemahan altcoin yang masih berlanjut.
