Alibaba Mengadopsi Teknologi Blockchain JPMorgan untuk Transaksi Token

by -149 Views

JPMorgan kembali menunjukkan bahwa aset digital kini tidak lagi dipandang sebagai pemain pinggiran. Bank terbesar di Amerika Serikat berdasarkan total aset itu tengah menyiapkan langkah baru yang bisa mengubah cara kripto diperlakukan dalam layanan keuangan arus utama, mulai dari perdagangan hingga manajemen kekayaan.

Dalam rencana yang sedang disusun, kepemilikan kripto akan ikut diperhitungkan saat JPMorgan menilai kekayaan bersih nasabah. Dengan skema ini, aset digital dapat diperlakukan hampir setara dengan aset tradisional seperti saham dan obligasi, sehingga berpotensi memengaruhi besaran pinjaman yang bisa diajukan klien. Bagi industri perbankan, pendekatan ini menjadi sinyal bahwa kripto makin masuk ke dalam sistem penilaian yang selama ini hanya digunakan untuk instrumen keuangan konvensional.

Kripto mulai diperlakukan seperti agunan

Langkah tersebut penting karena membuka jalan bagi kripto untuk dijadikan pertimbangan dalam pembiayaan. Jika sebelumnya aset digital kerap dipandang terlalu volatil untuk masuk hitungan kredit, JPMorgan justru bergerak ke arah sebaliknya. Artinya, nasabah dengan portofolio kripto bisa memiliki posisi yang lebih kuat saat mengajukan pinjaman, selama aset tersebut diakui dalam perhitungan kekayaan bersih.

ETF Bitcoin ikut masuk radar

Tak berhenti di situ, JPMorgan juga disebut akan segera membuka pembiayaan untuk dana yang diperdagangkan di bursa berbasis kripto atau ETF. Produk pertama yang akan lebih dulu didukung adalah iShares Bitcoin Trust milik BlackRock. Ini menjadi jalur lain bagi nasabah untuk memperoleh eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus memegang aset digital secara langsung, sekaligus mempertegas masuknya produk kripto ke layanan keuangan tradisional.

Jejak JPMorgan di aset digital makin panjang

Ketertarikan JPMorgan terhadap kripto sebenarnya sudah terlihat sejak lama. Pada 2020, bank ini meluncurkan JPM Coin, stablecoin yang dipatok ke dolar AS. JPMorgan juga dilaporkan memegang sejumlah saham dari berbagai ETF Bitcoin spot. Meski begitu, CEO JPMorgan Jamie Dimon tetap dikenal sebagai salah satu tokoh perbankan yang paling skeptis terhadap Bitcoin, walaupun ia sebelumnya sempat mengatakan bank akan segera memungkinkan klien membeli aset tersebut. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Source link.