Ruben Onsu Diduga Prioritaskan Nafkahi Sarwendah Rp200 Juta/Bulan

by -231 Views

Di tengah ramainya kabar soal kedatangan debt collector ke rumah Sarwendah, kubu Ruben Onsu memilih mengarahkan sorotan ke hal yang menurut mereka justru paling penting: persoalan ini dinilai bukan perkara besar, melainkan keterlambatan cicilan yang dibesar-besarkan. Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menyebut narasi yang berkembang di publik tidak sebanding dengan inti masalah yang sebenarnya.

Ruben Onsu Disebut Tetap Utamakan Tanggung Jawab Keluarga

Minola menegaskan, Ruben selama ini justru lebih dulu memikirkan kebutuhan mantan istri dan anak-anaknya. Ia menyebut, beban finansial yang ditanggung Ruben setelah perceraian cukup besar, termasuk nafkah yang disebut mencapai Rp200 juta per bulan. Dengan kondisi seperti itu, keterlambatan pembayaran cicilan mobil menurutnya bisa saja terjadi tanpa harus langsung dianggap sebagai bentuk pengabaian kewajiban.

Pertanyaan Soal Cara Penagihan

Selain soal nominal tunggakan, Minola juga mempertanyakan prosedur penagihan yang dilakukan debt collector. Ia menyoroti mengapa penagihan bisa langsung menyasar rumah Sarwendah tanpa pemberitahuan resmi lebih dulu. Menurutnya, langkah tersebut juga kurang tepat karena kendaraan yang dipersoalkan terdaftar atas nama Ruben Onsu, bukan pihak lain. Dari sudut pandang kuasa hukum, cara penagihan itu justru memunculkan kesan agresif dan tidak proporsional.

Persoalan Kecil yang Terlanjur Membesar

Minola menilai isu ini sudah bergeser jauh dari pokok persoalan. Yang semula hanya soal keterlambatan cicilan dalam jumlah kecil, kini berkembang menjadi perbincangan yang menyeret nama Ruben lebih luas. Ia menegaskan, kondisi keuangan pascaperceraian dan kewajiban nafkah menjadi latar yang tak bisa diabaikan ketika publik menilai kasus ini. Penjelasan tersebut disampaikan Minola Sebayang kepada media saat isu kedatangan debt collector ke rumah Sarwendah masih menjadi bahan pembicaraan hangat.