Analisis Harga Bitcoin dan Dampaknya Terhadap Aksi Jual

by -34 Views

Harga Bitcoin mengalami penurunan tajam pada 18 November 2025, diperdagangkan di bawah level penting. Penurunan ini mencerminkan kehati-hatian di pasar global akibat tekanan makroekonomi yang ada. Aset kripto terbesar ini saat ini berada pada posisi terendah dalam beberapa bulan terakhir.

Bitcoin jatuh di bawah USD 90.000 atau sekitar Rp 1,5 miliar untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan pada Selasa, 18 November 2025. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap risiko mulai menurun dalam pasar keuangan.

Menurut Yahoo Finance, harga Bitcoin telah menghapus seluruh keuntungan tahun 2025 dengan penurunan hampir 30% dari harga tertinggi di atas USD 126.000 atau sekitar Rp 2,11 miliar pada bulan Oktober.

Harga Bitcoin turun 2% menjadi USD 89.953 atau sekitar Rp 1,5 miliar pada sesi perdagangan Selasa di Asia, setelah menembus level support di sekitar USD 98.000 atau sekitar Rp 1,6 miliar pekan sebelumnya.

Pelaku pasar mencatat bahwa kekhawatiran terkait potensi pemangkasan suku bunga di AS dan sentimen pasar yang goyah setelah reli panjang telah menekan harga kripto.

Disamping itu, saham terkait kripto seperti Strategy, penambang seperti Riot Platforms, dan Mara Holdings serta bursa Coinbase juga mengalami penurunan seiring buruknya sentimen pasar.

Pasar melemah di seluruh Asia pada perdagangan Selasa pekan ini dengan fokus tekanan terutama pada saham teknologi di Jepang dan Korea Selatan.

Source link