Pemegang IQ Tertinggi: Prediksi Harga Bitcoin Terbaru

by -210 Views

Di saat pasar kembali diguncang pelemahan bitcoin, Michael Saylor justru mengirim pesan yang berlawanan: Strategy belum berhenti membeli. Pendiri perusahaan itu menegaskan bahwa strategi akumulasi masih berjalan dan bahkan membuka kemungkinan adanya pengumuman pembelian baru pada Senin pagi. Sinyal tersebut ia sampaikan dalam wawancara dengan CNBC pada Jumat pagi, ketika pelaku pasar tengah mencoba membaca arah pergerakan aset kripto terbesar itu.

Saylor Bantah Isu Jual-Beli Bitcoin

Saylor juga menepis spekulasi yang sempat beredar setelah unggahan Walter Bloomberg memicu tafsir liar di pasar. Menurut dia, pergerakan bitcoin yang terlihat pada pagi itu bukan tanda penjualan, melainkan bagian dari rotasi dompet dan kustodian rutin yang memang dilakukan Strategy secara berkala. Penjelasan itu menegaskan bahwa tidak ada perubahan arah kebijakan perusahaan, yang selama ini dikenal agresif menambah kepemilikan bitcoin dalam jumlah besar.

Tambahan 487 BTC di Tengah Tekanan Harga

Data terbaru menunjukkan Strategy kembali memperbesar portofolio dengan membeli 487 BTC senilai lebih dari USD 49 juta. Setelah transaksi tersebut, total kepemilikan perusahaan naik menjadi 641.692 BTC. Di saat yang sama, TD Cowen memperkirakan penawaran saham preferen terbaru Strategy berpotensi menambah 6.720 BTC ke kas perusahaan. Meski begitu, pasar belum memberi respons positif. Pada Jumat, harga bitcoin sempat turun di bawah USD 97.000, menandakan tekanan jual masih dominan.

Saham MSTR Ikut Tertekan

Efeknya juga terasa pada saham Strategy. MSTR terkoreksi sekitar 2,2 persen ke level USD 203,79, dan dalam lima hari terakhir tercatat turun sekitar 18 persen. Mengacu pada laporan CNBC, kondisi ini menunjukkan bahwa langkah akumulasi agresif Saylor belum cukup untuk meredam kekhawatiran jangka pendek di pasar. Investor tampaknya masih menimbang antara keyakinan Strategy terhadap bitcoin dan kenyataan bahwa harga aset kripto itu sedang berada dalam fase rapuh.