Peringatan Ahli Psikologi tentang Pembatasan Game PUBG di SMAN 72

by -34 Views

Wacana pembatasan game, seperti PUBG, kembali mencuat setelah insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta. Sejumlah pihak berpendapat bahwa pembatasan game tidak menjadi satu-satunya solusi yang memadai dalam mengatasi masalah ini. Sebagai respons terhadap peristiwa tersebut, seorang pakar psikologi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengingatkan pentingnya pengambilan kebijakan yang hati-hati dan didasarkan pada data yang kuat.

Insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, telah memunculkan polemik nasional terkait dampak game perang seperti PUBG terhadap perilaku remaja. Pemerintah sedang mempertimbangkan langkah regulasi terhadap game berbasis senjata api guna mencegah potensi pengaruh negatif pada generasi muda. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mendukung pembatasan tersebut.

Menanggapi rencana pembatasan PUBG, Prof. Dr. Suciati dari Psikologi Pendidikan Islam UMY menyarankan agar kebijakan yang diambil tidak bersifat reaktif. Menurutnya, penilaian terhadap hubungan ledakan di SMAN 72 dengan PUBG perlu diselidiki lebih dalam agar tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan. Prof. Suciati juga menekankan bahwa game seperti PUBG tidak selalu berdampak negatif, namun memiliki dampak positif seperti meningkatkan konsentrasi, koordinasi mata-tangan, serta dapat membantu meredakan stres.

Dalam kasus tertentu, seperti pengaruh game terhadap perilaku remaja, penting untuk tidak terlalu fokus pada dampak buruknya saja. Beberapa aspek positif dari permainan digital seringkali terabaikan. Penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat manfaat positif dari bermain game, selain dampak negatif yang sering diperbincangkan oleh masyarakat.

Source link