Pemerintah Malaysia telah mengambil langkah tegas dalam menangani kerugian besar akibat penambangan kripto ilegal. Dengan menggabungkan berbagai lembaga dalam satuan tugas khusus, seperti TNB, kepolisian, regulator telekomunikasi, dan lembaga antikorupsi, operasi besar-besaran diluncurkan. Hasilnya, ribuan perangkat penambangan disita, para pelaku kejahatan ditangkap, dan teknologi pemantauan baru mulai diterapkan untuk meningkatkan pengawasan. Fenomena ini juga menarik perhatian investor aset kripto legal karena selain merugikan negara, juga merusak reputasi industri kripto global. Penggunaan perangkat lama yang tidak efisien juga memperburuk dampak lingkungan. Kasus Malaysia ini dapat mempengaruhi arah regulasi kripto di banyak negara dengan adanya tren pengawasan yang lebih ketat, pelaporan penggunaan energi, dan kerja sama internasional sebagai standar baru dalam pengelolaan industri kripto.
Penambangan Kripto Ilegal dan Modusnya di Malaysia: Rugi Rp 18,41 Triliun





