Harga Bitcoin Turun, Saham Strategy Cs Terkena Dampak

by -183 Views

Tekanan di pasar kripto kembali menunjukkan taringnya pada perdagangan Rabu, 19 November 2025. Saat harga aset digital utama melemah, saham-saham yang paling dekat dengan ekosistem kripto ikut terseret, menegaskan betapa rapuhnya sentimen investor ketika Bitcoin kehilangan pijakan.

Bitcoin tergelincir, saham terkait ikut terpukul

Bitcoin turun 2,7% dan bergerak di kisaran USD 92.000 dalam 24 jam terakhir. Bahkan, mata uang kripto terbesar itu sempat jatuh di bawah USD 88.600 untuk pertama kalinya sejak April. Koreksi ini terasa makin tajam jika dibandingkan dengan posisi enam minggu sebelumnya, ketika Bitcoin masih menorehkan rekor di atas USD 126.000.

Pergerakan tersebut langsung berdampak pada saham perusahaan yang punya eksposur besar terhadap aset digital. Circle, penerbit stablecoin besar, sempat tertekan cukup dalam sebelum memangkas pelemahan dan menutup perdagangan dengan penurunan hampir 9%. Strategy serta Bitmine Immersion, yang dikenal berfokus pada jaringan Ethereum, juga ikut berada di bawah tekanan pasar.

Ethereum, XRP, dan Solana tak luput dari aksi jual

Gelombang koreksi tidak berhenti pada Bitcoin. Ethereum turun 2%, XRP melemah 4%, dan Solana terkoreksi 2%. Padahal, di sisi lain, produk exchange-traded funds atau ETF berbasis token-token tersebut sebelumnya sempat menunjukkan perkembangan positif.

Situasi makin menarik karena tiga ETF baru yang melacak aset-aset itu juga diluncurkan pada saat yang sama. Namun, peluncuran tersebut belum cukup kuat untuk mengubah arah pasar. Aksi jual tetap mendominasi setelah pelemahan Bitcoin memicu kekhawatiran lanjutan di kalangan investor.

Laporan Nvidia memberi jeda singkat

Di tengah tekanan yang meluas, saham-saham terkait kripto sempat mendapat dukungan sementara setelah Nvidia merilis laporan laba yang positif. Kinerja produsen chip AI itu membantu mengangkat sebagian saham yang sebelumnya tertekan lebih dalam, termasuk Circle, Strategy, dan Bitmine Immersion.

Meski begitu, sumber pasar yang dikutip dalam laporan ini menilai koreksi di kripto masih menjadi faktor utama yang membebani saham-saham berisiko. Selama Bitcoin belum menemukan stabilitas, pergerakan saham yang paling sensitif terhadap sentimen aset digital tampaknya akan terus mudah goyah.