Influencer Kripto Yakin Dunia akan Menggunakan XRP

by -34 Views

Seorang influencer kripto, Robert Doyle, mengungkapkan bahwa pemerintah dan institusi besar akan beralih ke jaringan blockchain sebagai bentuk kebutuhan daripada sekadar preferensi. Hal ini dilakukan agar dapat bertahan terhadap serangan berbasis AI yang semakin meningkat. Menurut informasi yang diambil dari Yahoo Finance, serangan pada 13 November 2025 dilakukan sepenuhnya oleh agen AI otonom, menjadi serangan siber pertama tanpa melibatkan operator manusia. Keberhasilan serangan ini terus berkembang dengan kemampuan yang meningkat dua kali lipat setiap enam bulan.

Doyle menyoroti bahwa struktur terpusat rentan terhadap titik kegagalan tunggal yang merupakan celah besar untuk serangan. Lebih lanjut, kerentanan sistem lama membuat sekitar 80% kebocoran data berasal dari penyalahgunaan internal. Analis juga menyarankan pemindahan semua data sensitif ke jaringan on-chain untuk memastikan keamanan dan ketahanan data jangka panjang.

Diskusi Doyle juga melibatkan siklus Bitcoin yang tertunda akibat tekanan makroekonomi, dengan prediksi puncak pasar berikutnya pada tahun 2026. Kritik terhadap masa depan Bitcoin, termasuk risiko privasi dan serangan kuantum yang diutarakan oleh Ray Dalio, semakin relevan. Recent VanECK juga menyatakan kesiapannya untuk beralih dari Bitcoin jika fundamental melemah, dengan koin privasi seperti Zcash semakin dipertimbangkan dalam debat tersebut.

Dalam konteks investasi, pembaca diingatkan bahwa setiap keputusan investasi berada di tangan masing-masing. Penting untuk melakukan kajian dan analisis sebelum membeli maupun menjual kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas hasil keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.

Source link