Pemerintah Jepang tengah membuat persiapan untuk menerapkan aturan baru yang akan memaksa setiap bursa kripto memiliki dana cadangan khusus. Tujuannya adalah untuk mengembalikan uang nasabah jika terjadi insiden, sebagai bagian dari pendekatan regulator yang lebih preventif. Langkah ini merupakan respons terhadap kasus peretasan bursa kripto di berbagai negara yang menunjukkan masalah dalam proses penggantian dana yang lambat. Dengan aturan baru ini, bursa kripto di Jepang harus memiliki dana cadangan sebelum terjadinya krisis, sebagai langkah pencegahan.
Financial System Council, lembaga penasihat untuk Financial Services Agency (FSA), berusaha menetapkan kebijakan ini. Mereka akan membahas detail mekanisme dana cadangan yang harus dimiliki oleh bursa kripto dalam pertemuan yang dijadwalkan pada Rabu. Hal ini penting mengingat Jepang memiliki lebih dari 12 juta akun pengguna kripto terdaftar, sehingga insiden kecil pun bisa memiliki dampak yang besar. Aturan baru ini diharapkan dapat memberikan perlindungan tambahan bagi para investor kripto di negara tersebut.
Adapun setiap keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pembaca. Sebelum membeli atau menjual kripto, penting untuk melakukan analisis dan penelitian yang matang. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas hasil keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi.





