Kontroversi Upbit: Korea Selatan Curigai Korut di Pasar Kripto

by -26 Views

Korea Selatan mencurigai tim Korea Utara (Korut) sebagai pelaku peretasan bursa kripto Upbit yang mengakibatkan penarikan ilegal sebesar 44,5 miliar won atau USD 30,4 juta dalam bentuk kripto. Hal ini menjadi sorotan setelah laporan Kantor Berita Yonhap melaporkan bahwa otoritas Korea Selatan sedang menyelidiki kemungkinan keterlibatan kelompok peretas yang terkait dengan Lazarus Group, sebuah badan intelijen yang berafiliasi dengan Korea Utara. Grup Lazarus telah terlibat dalam serangkaian pencurian kripto selama beberapa tahun terakhir, dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat menyebutnya sebagai salah satu ancaman siber paling canggih.

Peretasan yang terjadi di Upbit mengungkapkan adanya dugaan pencurian kripto senilai 58 miliar won pada tahun 2019 yang juga terkait dengan kelompok Lazarus. Meskipun penyelidikan telah dilakukan oleh tim investigasi kejahatan Siber Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan, namun belum ada komentar lebih lanjut dari pihak berwenang. Sementara itu, National Intelligence Service Korea Selatan juga belum dapat dihubungi terkait dengan kasus ini.

Dunamu, operator Upbit, mengkonfirmasi bahwa mereka tengah menyelidiki akar masalah dan besarnya kerugian akibat peretasan tersebut. Serangan ini terjadi menjelang pengumuman akuisisi Dunamu oleh raksasa internet Korea Selatan, Naver. Upbit sendiri merupakan bursa kripto terbesar di Korea Selatan, sehingga kasus ini menjadi sorotan utama dalam dunia peretasan kripto.

Source link