Ekonom dan pendukung emas veteran Peter Schiff kembali menimbulkan kontroversi dengan pendukung bitcoin (BTC) yang dianggapnya sebagai skema piramida terdesentralisasi. Dalam menanggapi dampak pengesahan RUU One Big Beautiful dan bitcoin terhadap inflasi, Schiff menyuarakan keprihatinannya. Menurut Yahoo Finance, pernyataan Schiff muncul setelah hasil jajak pendapat terbaru CBS News/YouGov menunjukkan tingkat persetujuan Trump terhadap kebijakan ekonomi yang menurun menjadi 36%, turun dari 51% pada bulan Maret. Pemilih menyalahkan kebijakan Trump atas lonjakan harga dan ketidakmampuannya mengatasi inflasi.
Data menunjukkan bahwa harga konsumen naik sebesar 3% year-on-year pada bulan September, dengan harga makanan meningkat 3,1% dan harga energi naik 2,8%. Namun, penghasilan rata-rata per jam riil hanya mengalami kenaikan 0,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Schiff menilai bahwa masalah ekonomi yang dihadapi Presiden AS Donald Trump berasal langsung dari kebijakan yang diimplementasikan selama masa jabatan keduanya, terutama UU One Big Beautiful yang ditandatangani pada 4 Juli 2025.
Schiff mengkritik kebijakan RUU One Big Beautiful yang dinyatakan akan meningkatkan defisit federal sekitar USD 3,4 triliun antara 2025 dan 2034 menurut Kantor Anggaran Kongres (CBO). Undang-undang tersebut juga mengalami restrukturisasi program-program jaring pengaman sosial dan kesejahteraan sosial, menimbulkan kekhawatiran atas perlindungan jutaan orang yang bisa terampas haknya. Dengan demikian, perdebatan antara pendukung emas dan bitcoin serta implikasi dari kebijakan ekonomi Trump masih terus berlanjut.





