Liposuction Bukan Solusi Cepat: Mitos Berat Badan dari Dokter

by -28 Views

Liposuction Bukan Jalan Pintas untuk Menurunkan Berat Badan

Di tengah maraknya tren perawatan tubuh, liposuction sering disalahpahami sebagai cara cepat untuk menjadi kurus. Banyak orang datang dengan harapan bahwa sekali tindakan, semua masalah berat badan selesai. Padahal menurut Dr. Ida Bagoes Insani dari RS Pondok Indah (RSPI), anggapan itu keliru sejak awal. “Liposuction bukan untuk menurunkan berat badan, bukan untuk menggantikan healthy lifestyle, dan bukan untuk menggantikan olahraga,” ujarnya di Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Selama mindset ini belum benar, tindakan apa pun berisiko membuat pasien kecewa atau mengalami rebound. Pengalaman Dr. Bagoes menunjukkan bahwa kurangnya edukasi sering menjadi akar masalah. Ia berkali-kali menjumpai pasien yang baru pulang operasi dari luar negeri tetapi justru kembali dengan tubuh lebih besar daripada sebelumnya. Mereka mengira lemak sudah hilang selamanya, lalu kembali ke pola hidup lama yang tidak teratur.

Karena itu, di RSPI, pendekatan yang diberikan bukan semata-mata tindakan operasi, melainkan pemahaman holistik. “Goal kami bukan supaya pasien pasti operasi di kami. Yang penting, pasien punya pemahaman yang benar dulu sehingga dia bisa memutuskan yang baik untuk dirinya.”

Sebelum tindakan dilakukan, setiap pasien harus melalui proses screening ketat demi keamanan. Pemeriksaan fisik, laboratorium, rekam jantung, rontgen, hingga konsultasi spesialis dilakukan untuk memastikan tubuh benar-benar siap. Tidak semua orang dapat menjalani liposuction. Pasien dengan diabetes atau hipertensi yang tidak terkontrol, penyakit jantung berat, pengguna pengencer darah, ibu hamil, maupun ibu menyusui harus menunda atau bahkan tidak dapat menjalani prosedur ini.

Bagi Dr. Bagoes, keselamatan jauh lebih penting daripada sekadar memenuhi permintaan estetika. Hasil liposuction pun tidak sama pada setiap usia. Pada pasien usia 20-an, kulit biasanya lebih elastis sehingga lebih mudah kembali menempel setelah lemak diambil. Sementara pada usia 50-an, kulit cenderung mengendur. Teknologi laser-assisted liposuction membantu mengencangkan kulit agar tidak bergelambir, tetapi pemulihan kulit tetap bergantung pada usia dan kualitas jaringan masing-masing.

Inti terpenting dari liposuction justru berada di luar ruang operasi. Setelah lemak dibantu dihilangkan, semua kembali ke gaya hidup yang dijalani pasien.

Source link