Lafal Niat Shalat Ghaib: Doa untuk Korban Bencana – Penjelasan Ulama

by -27 Views

PBNU Mengimbau Umat Islam untuk Melaksanakan Shalat Ghaib dalam Solidaritas dengan Korban Bencana Alam

PBNU, sebagai organisasi keagamaan terkemuka di Indonesia, mengimbau umat Islam untuk melaksanakan shalat ghaib sebagai bentuk solidaritas dan dukungan spiritual terhadap korban bencana alam yang semakin meningkat jumlahnya. Shalat ghaib menjadi sarana bagi umat Muslim untuk mendoakan para korban yang telah meninggal dunia akibat bencana, meskipun terpisah jaraknya.

Dalam aspek keilmuan Nusantara, referensi mengenai bacaan niat shalat ghaib dapat ditemukan dalam kitab Perukunan Melayu karya Syekh M Arsyad Al Banjari. Ustadz Alhafiz Kurniawan juga menjelaskan lafal niat shalat ghaib dalam artikel berjudul “Ini Lafal Niat Shalat Ghaib atas Jenazah Massal” yang dikutip pada tanggal 30 November 2025.

Niat shalat ghaib tersebut berbunyi, “Aku menyengaja sembahyang para jenazah umat Islam yang wafat dan dimandikan hari ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT.” Penjelasan dari Ustadz Alhafiz menegaskan bahwa niat tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi korban bencana massal.

Selain itu, Ustadz Ahmad Dirgahayu Hidayat memberi contoh situasi di mana satu desa mengalami musibah. Dalam hal ini, niat shalat ghaib dapat disesuaikan dengan kondisi tersebut, “Saya menyalati seluruh umat muslim yang menjadi korban di desa … yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifayah sebagai imam atau makmum karena Allah Taala.”

Bagi yang kesulitan membaca teks Arab, boleh menggunakan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Rukun shalat ghaib tidak jauh berbeda dengan shalat jenazah pada umumnya, dengan tujuh rukun yang harus dilakukan seperti niat, berdiri, takbir, membaca Al Fatihah, membaca shalawat Nabi, membaca doa untuk jenazah, dan salam.

Doa yang dianjurkan setelah takbir ketiga dapat menggunakan doa yang diriwayatkan dari Auf bin Malik: “Ya Allah, berikanlah ampunan, rahmat, dan perlindungan kepada mereka, serta berikanlah kemuliaan tempat tinggal, lapangkanlah tempat masuk mereka, cucilah mereka dengan air, salju, dan embun, bersihkanlah mereka dari segala dosa sebagaimana pakaian putih yang dibersihkan dari kotoran, berikanlah mereka tempat tinggal yang lebih baik dari tempat tinggal mereka, pasangkanlah dengan pasangan yang lebih baik, dan hindarkanlah mereka dari ujian dalam kubur dan siksa neraka.”

Penggunaan doa ini dapat memberikan dukungan spiritual bagi para korban bencana serta keluarga yang ditinggalkan. Allahummagfir lahu warhamhum wa fu anhu wa afihim wa akrim nuzulahum wa wassi madkhalahum wa aghsilhum bima in wa tsaljin wa baradin wa naqqihim minal khathaya kama yunaqqa ats tsaubul abyadhu minad danas wa abdilhum daran khairan min diyarihim wa ahlan khairan min ahlihim wa zaujan khairan min zauzihim waqihim fitnatal qabri wa adzaban nar.

Melalui shalat ghaib, umat Islam diharapkan dapat memberikan doa dan dukungan bagi korban bencana serta menjadi tali persaudaraan dalam keadaan sulit. Semoga melalui ibadah ini, para korban mendapatkan kedamaian dan kekuatan untuk menghadapi cobaan yang menimpa mereka.

Source link