Kisah Penganiayaan Brutal Anggy Umbara di Jaksel: Fakta Rubicon Sudirman

by -26 Views

Pada Minggu pagi, 30 November 2025, di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta, suasana haru ketegangan melanda warga yang sedang menikmati kegiatan olahraga. Sebuah mobil mirip Rubicon nekat melaju melalui kerumunan orang, memicu kepanikan dan teriakan “STOP! STOP BULLYING!” dari berbagai penjuru. Pertanyaan pun timbul di benak warga, bagaimana mobil sekelas Rubicon bisa masuk ke area yang seharusnya tidak dilalui kendaraan bermotor? Keresahan publik terhadap penyalahgunaan kekuasaan pun mencapai puncaknya.

Namun, ketika mobil tersebut semakin mendekat, kejanggalan mulai terungkap. Rubicon itu sebenarnya tidak berada di atas tanah, melainkan digotong oleh sejumlah orang. Secepat kilat, kepanikan berubah menjadi kekaguman massal. Ternyata Rubicon tersebut hanyalah replika yang digotong oleh relawan sambil menggaungkan aksi, “STOP BULLYING!” di area CFD Sudirman.

Aksi tersebut merupakan bagian dari aktivasi yang diinisiasi oleh Umbara Brothers Film untuk mempromosikan film terbaru mereka, Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel. Dibawah arahan Sutradara Anggy Umbara, aksi tersebut berhasil menarik perhatian publik karena sejarahnya yang kontroversial terkait penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakadilan hukum.

Anggy Umbara dengan sengaja membawa replika Rubicon ke tengah area CFD dengan tujuan sebagai pengingat bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa tindakan ini merupakan bentuk konsistensi tim untuk menyoroti ketidakadilan yang terus terjadi. Dengan hadirnya Rubicon di ruang publik, Bullycon ingin mengingatkan masyarakat bahwa peristiwa masa lalu tersebut tidaklah boleh dilupakan begitu saja.

Aktivasi Bullycon juga menguatkan pesan yang disampaikan dalam film Ozora, yakni bahwa bullying tidak hanya terjadi antarindividu secara fisik atau verbal, tapi juga bisa muncul dari struktur kekuasaan yang timpang. Ketika kekuasaan terlibat, dampaknya dapat meluas dan menimbulkan trauma serta ketidakpercayaan pada keadilan. Aksi ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya menghindari prilaku bullying dalam segala bentuknya.

Source link