Pihak Fidelity, Goldman Sachs, UBS, Citi, dan HSBC telah mulai terlibat dalam berbagai aspek kripto, mulai dari staking hingga penerbitan obligasi yang di tokenisasi. Meskipun demikian, meskipun minat lembaga keuangan Wall Street terhadap aset digital semakin meningkat, namun belum terlihat dampak signifikan terhadap harga mata uang kripto utama. Misalnya, harga Bitcoin mengalami penurunan sekitar 30% dari puncaknya pada awal Oktober. Sementara itu, Ethereum dan Solana juga mengalami penurunan harga yang signifikan dalam tiga bulan terakhir.
Tampaknya bank-bank besar ini memiliki pandangan jangka panjang terhadap kripto dan tidak terpengaruh oleh penurunan harga baru-baru ini. Meski begitu, liputan6.com mengingatkan pembaca bahwa setiap keputusan investasi harus dipertimbangkan secara matang. Penting untuk melakukan riset dan analisis sebelum membeli atau menjual kripto. Adopsi aset digital oleh lembaga keuangan besar merupakan tren yang patut diikuti, namun tetap diperlukan kewaspadaan dalam mengambil langkah investasi. Semua keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
JPMorgan Menyetujui Perdagangan Kripto untuk Klien Institusi





